Archive for March, 2010

Labih lanjut infonya silakan kesini http://www.ramp-indonesia.org/index.php?option=com_content&task=view&id=91&Itemid=46.

GRUB 2 pada Ubuntu 10 memang berbeda dengan grub sebelumnya. Dimana konfigurasinya b ukan pada menu.lst lagi. Inilah yang sedikit membingungkan bagi para user yang baru menggunakan Ubuntu 9.10. kali ini saya mengalamai maslah, ketika user di Departemen Pertahan, menginstal ulang Windows XP nya. Ubuntu nya masih ada, hanya saja bootloader nya yang hilang. Baiklah mari kita lakukan reinstall grub. berikut ini step-step nya :

1. Booting menggunakan live cd ubuntu;
2. Masuk keterminal, jalankan perintah;

$ sudo fdisk -l

3. Ingat posisi drive system instalasi ubuntu anda, misalnya system diinstall pada partisi /dev/sda1;
4. Mount partisi /dev/sda1 kedalam folder /mnt;

$ sudo mount /dev/sda1 /mnt

5. Apabila anda memilik partisi /boot yang terpisah, maka partisi tersebut juga harus dimount. Misalnya partisi /boot pada /dev/sda2;

$ sudo mount /dev/sda2 /mnt/boot

6. Selanjutnya mount seluruh partisi yang lain;

$ sudo mount –-bind /dev /mnt/dev

7. Kemudian masuk ke system yang telah di mount menggunakan perintah chroot;

$ sudo chroot /mnt

8. Setelah anda masuk menggunakan chroot. Berarti anda telah mendapatkan akses root system utama, tanpa harus menggunakan perintah sudo lagi;
9. Apabila anda menginginkan perubahan parameter pada grub, edit file /etc/default/grub.Apabila tidak, abaikan langkah ini;

# nano /etc/default/grub

10. Kemudian jalankan perintah update-grub untuk menggenerate file konfigurasi secara otomatis;

# update-grub

11. Langkah terakhir anda harus menginstall grub2 pada MBR, jalankan perintah grub-install /dev/sda;

# grub-install /dev/sda

12. Apabila terjadi error, jalankan perintah grub-install –recheck /dev/sda untuk memeriksa errornya;

# grub-install –recheck /dev/sda

13. Apabila sudah selesai tekan tombol Ctrl+D untuk keluar dari lingkungan chroot;
14. Lakukan perintah umount, untuk melepas kaitan yang telah dilakukan sebelumnya;

$ sudo umount /mnt/dev

$ sudo umount /mnt

15. Terakhir, restart system ubuntu live cd anda.
Selamat mencoba. Semoga Berhasil :0

Sumber Bacaan : www.ugos.ugm.ac.id

Baiklah teman-teman, saya kembali lagi menulis, :D lumayan gatal nih tangan. Saya mau menulis mengenai Packet Tracer dan cara Instalasinya di Ubuntu. (dan juga varian linux lainnya bisa lho :D ). Berhubung begini, semester ini saya amengambil mata kuliah Applied Networking, dengan kurikulum CCNA. Mau nggak mau saya harus belajar dan bergelut dengan Packet Tracer untuk belajar nge routing :D . Baiklah berikut ini panduan instalasi dan konfigurasinya di Ubuntu :

1. Download Packet Tracer dari sini. Tersedia untuk deb package, rpm package, dan source yang di bundel dalam .tar.gz. Silakan memilih sesuai dengan distro linux anda masing-masing. :)

2. jadilah admin terlebih dahulu :
$sudo su

3. Masuk ke dalam folder hasil downloadan tadi (di Ubuntu ada di /home/namauser/Downloads)
#cd /home/digit/Downloads

4. Oke tambahkan permission agar bisa di execute :
#chmod 755 PacketTracer52_i386_installer-deb.bin

5. Lalu execute file tersebut, kita install :
./PacketTracer52_i386_installer-deb.bin

6. Akan ada EULA, silakan anda pilih Y.

7. Selesai. Mudah bukan? Hahaha. Gitu doang ternyata. Wkwkwkwkw

Tutorial Konfigurasi dan Membuat Routing Sederhana akan menyusul. Selamat mencoba :)

Halo kawan semua, saya iseng mau nulis tutorial sedikit nih. Mungkin sudah banyak yang tau tutorial ini, tapi tutorial ini saya tulis agar saya tidak lupa juga, karena saya seringkali mengalami kasus ini. Har ini saya kembali melanjutkan pekerjaan Migrasi di Departemen Pertahanan. Seperti biasanya, setelah proses migrasi selesai, user tersebut mulai banyak bertanya dan berkomentar. Saya menjawab berbagai pertanyaan yang di lontarkan. Yang paling sering di tanya adalah, kenapa sih kok harus masukin password dulu pas mount hard drive Windows? Errr.. Kadang bosan juga sih menjawab pertanyaannya. Okelah, daripada pusing, mending saya langsung konfig saja agar automount drive tanpa password. :D Biar ga ribet juga sih. Ada 2 cara yang dapat di lakukan, dengan menambah file d fstab, atau menggunakan aplikasi tambahan, saya akan menuliskan keduanya. Hehehe. Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan :

Cara 1

1.Buat folder baru di /media/ (kali ini nama folder nya adalah windows) :
$sudo mkdir /media/windows

2. Edit file /etc/fstab (Saya menggunakan editor nano, anda bisa menggunakan gedit, vim, atau editor lainnya):
$sudo nano /etc/fstab

2. Tambahkan baris berikut ini di taruh di bagian yang paling bawah saja :

/dev/sda1 /media/windows ntfs-3g rw,nosuid,nodev,shortname=mixed,uid=1000,utf8,umask=077,flush 0 0

Ada yang me rekomendasikan untuk menulis ini :
/dev/sda1 /media/windows vfat auto,users,uid=1000,gid=1000,utf8,dmask=027,fmask=137 0 0

Isi dari fstab yang di atas ini saya belum coba, apakah bisa atau tidak, silakan di tes saja :D
Notes :
/dev/sda1 = partisi ntfs/Windows anda. Unuk mengetahui partis ntfs anda, dapat menggunakan perintah di abwah ini melalui terminal :

$sudo fdisk -l

Output dari perintah di atas akan menunjukkan parisi drive NTFS anda, cek di bagian paling ujung kanan, yang menandakan tipe filesystem anda adalah NTFS.

/media/windows = folder yang anda buat pertama kali di dalam folder /media/ . Folder /media/windows/ ini untuk menaruh hasil mounting dari /dev/sda1 tadi.

Cara 2

Menggunakan aplikasi pysdm

Instalasi :

1. Bisa melalui terminal dengan perintah :
$sudo apt-get install pysdm

Atau melalui synaptic atau software center, seach saja pysdm (pastikan anda telah mengkonfigurasi alamat download repositori software dengan baik)

2. Menjalankan pysdm :

System –> Administration –> Storage Device Manager

pysdm

pysdm 1

Di Tab General Configuration anda akan melihat name dan mounpoint, name nya bisa anda ganti dan mount point nya juga, secara default akan di simpan di dalam /media. Di sebelah kiri anda memastikan letak posisi partisi drive nya ada dimana, misal sda1 –> mount pointnya ke /media/driveC, maka di kolom kiri anda klik sda1, dan d tab general informationnya anda memilih lokasi mount pointnya.

Selesai. Mudah bukan?

Selamat Mencoba :)

Halo Halo kembali lagi. :D Hehehe. Yak kali ini saya ingin sedikit berbagi bagi anda yang masih setia menggunakan Pidgin (Termasuk saya :p). Seakrang pidgin sudah support facebook chat, tanpa harus download embel-embel plugin antah-berantah itu. Wkwkwkwkwk. Lumayan kan, anda yang biasanya punya internet lemot, cuma kebuka Pidginnya aja, Web nya setengah mati load nya, nah sambil menghilangkan boring bisa chat engan teman-teman anda di Facebook. :D Bagaimana caranya? Berikut ini langkah-langkah konfigurasinya :

1. Pilih Tab Account –> Manage Accounts –> Add
(Ini pilihan untuk add account facebook kita di Pidgin

2. Di Tab Basic kita isi Protocol = XMPP
Username = username facebook kita (www.caebook.com/username/)
Domain = chat.facebook.com
Password = Isikan password facebook anda

Kalau di Ubuntu versi 9.10 ke atas, mungkin IM default anda adalah Emphaty, secara teknis untuk setting dan konfigurasi tidaklah jauh berbeda seperti settingan diatas.

Selamat Mencoba :)

Halo semua, kembali lagi nge Blog. Setelah selama satu minggu saya di karantina di Entrepeneur Camp, tanpa akses internet. Hiks. :(. Yap, kita akan memulai kembali tutorial hari ini. Hmmm… Anda mungkin bingung, untuk apa set Apache berjalan di port 61? kenapa gak default aja? Kadang kala, ada kebutuhan, di servr kita harus ada 2 webserver yang aktif berjalan. Keduanya tentu tidak bisa menggunakan port yang sama. Hal ini terjadi ketika dulu, saya mengerjakan Project SMS Pemiu Pilpres 2009. Dalam server tersebut ada nginx dan apache yang harus berjalan. Oleh karena itu saya harus mengakalainya. Saya mengalah, NginX biarlah berjalan di atas port 80, dan apache yang akan berjalan di atas port 81. bagaimana caranya? Baiklah, berikut ini ada langkah-langkah konfigurasinya :

Read the rest of this entry

Berikut ini adalah berbagai contoh skenario ACL Squid yang sering dugunakan oleh admin. Saya copas contoh skenario ini karena agar berguna bagi saya sendiri, dan juga teman-teman lain yang membutuhkan contoh kasus berikut ini.

Contoh 1

dalam 1 network dengan penggunaan bandwidth total tidak dibatasi terdapat beberapa komputer dengan klasifikasi sebagai berikut

admin, server dengan bandwidth unlimited
staff dengan bandwidth 1,5 kbytes/sec, bila file yang diakses melebihi 64Kbte
umum dengan bandwidth 1 kbytes/sec, bila file yang diakses melebihi 32 Kbyte
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl admin src 192.168.1.250/255.255.255.255
acl server src 192.168.1.251/255.255.255.255
acl umum src 192.168.1.0/255.255.255.0
acl staff src 192.168.1.1 192.168.1.111 192.168.1.2 192.168.1.4 192.168.1.71

delay_pools 3

delay_class 1 1
delay_parameters 1 -1/-1
delay_access 1 allow admin
delay_access 1 allow server
delay_access 1 deny all

delay_class 2 1
delay_parameters 2 1500/64000
delay_access 2 allow staf
delay_access 2 deny all

delay_class 3 1
delay_parameters 3 1000/32000
delay_access 3 allow umum
delay_access 3 deny all
Cara mencobanya paling mudah adalah dengan menggunakan donlot manajer semacam DAP, GetRight maka akan terlihat bandwidth sudah dibatasi.

Read the rest of this entry

Lho saya agak bingung, SSH kan Secure Shell, kok pak diamankan lagi sih mas? Wkkwkwkwkw. Iya sih memang artinya Secure Shell, namun, ada kalanya seoang admin harus menajdi seseorang yang paranoid, karena jika sampai ada orang yang berhasil login dengan menggunakan SSH, dan orang tersebut adlah orang yang tidak berhak, maka tewaslah reputasi baik sebagai Admin. Hahahaha. Intro. :D Akses SSH adalah akses yang begitu strategis, jika ada orang yang tidak berhak berhasil login, dia dapat melakukan hal apa saja (apalagi kalo ga di set login langsung root, Oia baca artikel saya yang terdhulu tentang SSH :D ). Ada baiknya kita amankan, sebelum terjadi sesuatu. Saya pernah mengalami kasus seperti ini, ada user yang mencoba menebak-nebak passowrd login SSH di Lab Kampus saya, Hmmm. Jika dilihat nampak aneh, dan seperinya memang bot sih :D karena rentang waktu tiap percobaan begitu dekat. Mencurigakan. Perlu kita black list nih IP nya. nah untuk memudahkan mengamankan koneksi, anda harus menggunakan DenyHost ini, berikut ini langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya :
Read the rest of this entry

Berikut ini adalah fitur-fitur terbaru dari Google Picassa :

The latest picasa 3.0 offers the following features :

*Improved integration with Picasa Web Albums
*You can sync your Picasa 3 and Web Albums edits, change your online album settings from Picasa, and delete online albums from Picasa.
*Better uploading with the upload Drop-box and bandwidth throttling.
*New Retouch tool to remove unsightly blemishes and improve photo quality.
*Improved Collage tool lets you have total artistic control over your collage content and layout.
*Auto red-eye: same results, less work for you.
*Easily add text or watermarks to your photos.

Linux specific changes / improvements

*User data are now stored in ~/.google/picasa/.
*Camera/media detection integrated with Gnome/KDE.
*Mozilla/Firefox browser integration done via a plugin.
*picasa:// urls work in Firefox 3.
*Downloading albums from Picasa Web Albums launches faster.
*Better Xinerama support.

Bagi anda yang suka Menggunakan Picassa di Windows, jangan khawatir kini anda dapat melihat album foto anda yang indah dengan Google Picassa di Ubuntu. Berikut ini langkah-langkah instalasinya :

Read the rest of this entry

Bagi teman-temanyang menggunakan Ubuntu, pasti sedikit bingung ketika teman-teman ingin mengubah default runlevel di Ubuntu, mengapa? karena jika teman-teman nanti ngobrak-ngabrik gak akan ketemu file /etc/inittab seperti beberapa distro lainnya. :D . Setelah googling dan nanya beberapa teman, memang untuk settingan default runlevel di Ubuntu defaultnya tidak ada /etc/inittab/ Oalah, pantas saja. Hal ini pun pernah di tanyakan oleh temen saya Deanet yang sehari-hari bisa menggunakan Slax dan Slackware, kebetulan server kantornya menggunakan Ubuntu, jadi dia agak sedikit bingung, karena untuk mengubah default runlevel, kok gak ada file inittab. :D Baik kita akan coba praktikkan bagaimana mengubah default runlevel di Ubuntu berikut ini.

Kalau anda coba membuat langsung file /etc/inittab, lalu anda isi file tersebut dengan parameter “id:3:initdefault:” (tanpa tanda petik), lalu anda reboot, maka tidak akan ada perubahan, karena anda akan tetap masuk ke GUI. :D . Sebelumnya saya akan coba deskripsikan sedikit mengenai runlevel ini.

Runlevel 1 adalah level saat komputer linux mulai booting (single user), dan level 6 adalah saat komputer reboot. Sementara runlevel 5 adalah saat Anda berada di modus GUI / Xwindows. Perlu diketahui bahwa SysV-style (salah satu cirinya adalah mengandalkan file /etc/inittab) di Ubuntu kini telah digantikan dengan metode Upstart sejak versi Ubuntu 6.10 “Edgy Eft”. Meski tidak lagi menggunakan metode SysV-style namun sistem Upstart ini tetap kompatibel dengan metode SysV-style. Untuk macam runlevel di Ubuntu dengan metode upstart ini bisa Anda lihat di direktori /etc/event.d/

Ada 3 cara mengubah Default Runlevel Ubuntu, berikut ini langkah-langkah masing-masing caranya :

Read the rest of this entry

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Switch to our mobile site