Archive for May, 2010

Halo kawan, berjumpa kembali. Rasanya sudah lama sekali saya tidak nge blog yah. Hahahaha. First posting using Lucid Lynx. (yahoo). Akhirnya. Hiihihihi. Yap, akhirnya setelah sekian lama, saya install juga Lucid di Laptop kesayangan saya inih. Mantap sekali lho kawan. Cepat, indah. Ahhh keren deh pokoknya. Setelah selesai instalasi saya pun melakukan tuning seperti biasa, memilih paket yang diperlukan, aplikasi yang bagus, dan lainnya. Kali ini saya akan berbagi aplikasi tambahan yang wajib di install setelah anda selesai menginstall Ubuntu 10.04 ini. Tentu saja aplikasi wajib ini menurut pandangan saya saja, belum tentu orang lain setuju. Hehehehe. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman yang kebingungan ingin menginstal aplikasi apa saja pada Ubuntu 10.04 mereka. Berikut ini adalah listny, selamat menyimak

1. Ubuntu Tweak
Kebanyakan orang selalu menuliskan aplikasi ini pada deretan pertama. Yap, kemampuannya sangat handal. Tidak diragukan lagi. Saya rasa banyak orang setuju bahwa Ubuntu Tweak ini merupakan aplikasi tambahan yang wajib di instal. Ubuntu Tweak memudahkan kita melakukan Tweaking berbagai macam utility, dari mulai startup, update, segala macam dalam satu aplikasi Ubuntu Tweak ini. SAngta mudah dan simple

2. GIMP
Bagi anda seorang graphic designer, jangan sampai ketinggalan menginstal aplikasi ini. Yap pada Ubuntu 10.04 kali ini Gimp tidak di sertakan secara default, karena ukuran Ubuntu yang semakin membesar. AKhirnya Gimp di korbankan. Namun anda tetap dapat mengistal melalui apt-get kok, tenang saja

3. Songbird
Songbird adalah music player yang saya sangat sukai selain Banshee. Sejak tampilan Amarok yang menjadi enggak banget, saya lebih memilih antara songbird atau banshee sebagai music player saya. Tampilan grafis yang indah menjadi salah satu alasan saya menginstall Songbird ini

4. Virtualbox
Hihihihihi. Virtualisasi, yap, itulah bagian terpenting dalam hidup saya. Ceileehhh. Dengan menggunakan Virtualbox ini saya bisa mencoba berbagai macam Linux terbaru atau jika saya ingin iseng ngoprek berbagai macam Sistem Operasi. Mudah, Murah. Mumpung memory saya 3 GB nih (pamer mode = on). Hihihihihi.

5. D4X
It’s Download Time. Hahahaha. Bagi anda penggemar downlod alias downloader mania, jangan lupakan aplikasi Downloader ini. Lumayan juga, konon katanya D4x ini lebih cepat booster downloadnya dibanding dengan IDM. Saya telah mencobanya. Penasaran? Silakan menginstal via apt-get saja

6. VLC
Video Player Favorit saya adalah VLC. Lumayan, sangat ringan, dan juga lebih oke aja sih. Kadang subtitle suka gak mau muncul di Mplayer, kalau di VLC lancar jaya. Yuk silakan download VLC melalui apt-get saja

7. Pidgin
Aplikasi Chat Forever. Hihihhi, nampaknya saya sangat jatuh cinta sekali menggunakan pidgin. Sejak dahulu pertama kali IM Client ada di Ubuntu, saya sudah menggunakan pidgin sebagai pilhan utama. Walaupun sekarang default IM adalah Empathy, saya tetap suka dengan Pidgin. Plugin nya banyak, mudah meng konfigurasinya.. Hehehehe. Silakan mendownload via apt-get saja

8. Midori
Saya memiliki kecenderungan memiliki lebih dari 1 browser. Untuk berjaga-jaga apabila saya memiliki beberapa akun email dari satu provider, sehingga saya membutuhkan 2 browser. Saya memilih midori ini karena selain pendatang baru dan layak untuk di jajal, seperti nya browser ini juga cukup bagus. Dulu saya suka galeon atau Epiphany sebagai browser kedua saya, namun sekarang saya memilih Midori Instalasi via apt-get saja

9. Wine
Hehehehe, ketergantungan akan aplikasi yang masih berjalan di atas platform Microsoft tidak menjadi penghambat bagi pengguna Linux. Anda bisa menggunakan Wine apabila aplikasi yang biasa anda jalankan di Windows belum ada padanan yang sesuai di Linux. Cukup instal Wine saja. Walaupun tidak semua aplikasi yang berbasis Exe bisa di jalankan di atas Wine, namun performa Wine saya pikir cukup lumayan, daripada lu manyun

10. Xchat
Bagi IRC mania jangans ampai ketinggalan menginstal aplikasi yang satu ini. Walaupun Pidgin sudah men-support IRC, namun kayaknya belum afdhol kalau belum menggunakan Xchat ini.

Yap, sekian saja review dari saya, akan aa kemungkinan update aplikasi tambahan kalau nanti ada yang menarik. Sekali lagi ini hanya pandangan saya saja lho. Semua kembali kepada selera anda.

Selamat Mencoba. Happy Hacking. (idiot) (taser) (muscle) (beer)

Blastwave adalah software stack atau semacam repository software di Solaris dan Opensolaris. Untuk mendownload aplikasi atau update bisa menggunakan Blastwave ini. Sayangnya tidak ada yang me mirror blastwave ini di lokal. . Untuk mengunduh paket dari Blastwave, ada utility yang bernama pkgutil. Pkgutil ini adalah semacam command apt-get (Ubuntu), atau yum (centos, fedora). Jadi memudahkan kita dalam mendownload software tersebut dari Blastwave. Ada beberapa settingan yang harus kita lakukan sebelumnya. Berikut ini adalah settingan yang harus anda lakukan sebelum dapat menggunakan pkgutil :

1. Download pkgutil dari blastwave. Untuk yang menggunakan SOlaris di mesin Sparc bisa download pkgutil dari sini. Bagi anda yang menggunakan mesin x86 bisa mendownload dari sini. Bagi yang menggunakan Opensolaris bisa coba mengunduh dari sini

Atau Langsung download dan Eksekusi Perintah ini untuk langsung Install (Recommended) :
#pkgadd -G -d http://download.blastwave.org/csw/pkgutil_`/sbin/uname -p`.pkg

Note : Perintah di atas akan mendownload toolpkgutil berdasarkan hasil informasi Sistem Operasi yang anda gunakan.

Lalu nanti akan muncul Proses Instalasi seperti di bawah ini :

## Downloading… …………..25%…………..50%…………..75%…………..100%
## Download Complete
The following packages are available:
1 CSWpkgutil pkgutil – Installs Solaris packages easily
(sparc) 1.6.2,REV=2010.01.28_rev=bw



Installation of was successful.

2. Step Selanjutnya adalah Mem-fetch Catalogue Software. Perhatian Jika Anda menggunakan Proxy, anda harus menambahkan beberapa bagian di dalam file .wgetrc anda. Isi dalam file .wgetrc anda adalah :
.wgetrc

progress=dot:mega
ftp_proxy=http://192.168.35.7:8080
http_proxy=http://192.168.35.7:8080

Setelah itu, Fetching Software Catalogue :
# /opt/csw/bin/pkgutil –catalog

Akan muncul output seperti ini :
Fetching new catalog if available… –01:41:49– http://download.blastwave.org/csw/unstable/i386/5.8/catalog => `/var/opt/csw/pkgutil/catalog.i386.5.8.0′ Connecting to 192.168.35.7:8080… connected. Proxy request sent, awaiting response… 200 OK Length: 375,014 [text/plain] 0K ….. 100% 342.27 KB/s 01:41:52 (342.27 KB/s) – `/var/opt/csw/pkgutil/catalog.i386.5.8.0′ saved [375014/375014]

3. Install GNU GPG dan Text utils :
# /opt/csw/bin/pkgutil –install gnupg textutils

4. Gunakan GPG untuk fetching key dari server
# /opt/csw/bin/gpg –keyserver pgp.mit.edu –recv-keys A1999E90

6. Memverifikasi bahwa kita telah memiliki key nya :
# /opt/csw/bin/gpg –list-keys
# /opt/csw/bin/gpg –edit-key A1999E90


Command> Trust


Please decide how far you trust this user to correctly verify other users’ keys (by looking at passports, checking fingerprints from different sources, etc.)
1 = I don’t know or won’t say
2 = I do NOT trust
3 = I trust marginally
4 = I trust fully
5 = I trust ultimately
m = back to the main menu
Your decision? 5
Do you really want to set this key to ultimate trust? (y/N) y


Command> quit

7. Edit file /etc/opt/csw/pkgutil.conf dan berikan informasi bahwa kitga menggunakan pgp dan md5
#vi /etc/opt/csw/pkgutil.conf

Edit menjadi :

use_gpg=true
use_md5=true

8. Fetching kembali apabila terdapat software terbaru :
# /opt/csw/bin/pkgutil –catalog

9. Atur path environment anda agar tidak perlu memanggil fullpath jika ingin menggunakan pkgutil. Tambahkan file /etc/default/login dan /etc/default/su dengan isi di bawah ini :

PATH=/opt/csw/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/usr/dt/bin:/usr/openwin/bin:/usr/ccs/bin

10. Sekarang anda bisa menginstal aplikasi dari blastwave dengan command ini :
#pkgutil –-install namaaplikasiyangmaudiinstal
atau
#pkgutil -i namaaplikasiyangmaudiinstal

Kalau Langkah nomor 9 tidak anda lakukan tidak apa, namun anda harus memanggil full path pkgutil :
# /opt/csw/bin/pkgutil –-instal namaaplikasiyangmaudiinstal

NB : Untuk Melihat Aplikasi apa saja yang bisa di instal, dan nama aplikasi nya di Solaris, silakan berkunjung ke sini http://www.blastwave.org/pkg/packages.ftd

Selamat Mencoba. Semoga Berhasil

Run Level in Solaris

Yak Run Level di Soalris ternyata cukup berbeda dengan Run Level si Linux. Hehehe. Untuk menambah pengetahuan saya mengebai Operating System Solaris ini, saya akan menuliskan sedikit mengenai Run Level di Solaris, beserta sedikit penjelasannya. Semoga memabntu teman-teman yang juga sedang belajar

Urutan angka di bawah ini merupakan Run Level SOlaris :

0 – Open Boot prompt (OBP) Biasa juga disebut OK Prompt.

1,s,S – Single User Mode atau biasa disebut administrative mode. MEnggunakan fungsi kernel minimal.

2 – Multi-User mode tanpa Networking (No NFS)

3 – Multi-User mode dengan Networking (Default)

4 – Tidak digunakan

5 – Shutdown dan poweroff.

6 – Reboot. Membuat system down ke level 0 dan boot lagi ke run level 3.

Selamat Mencoba

Ada beberapa perbedaan ketika kita melakukan mounting dengan loopback filesystem di Linux dan Solaris. Saya akan menuliskan cara membuat file iso dari cdrom atau file, lalu mounting, dan unmounting file iso tersebut.

1. Membuat file iso dari cdrom
#mkisofs -r -o /Documents/backup.iso /cdrom/cdrom0
(Membuat file iso dengan nama abckup.iso di folder Documents dari CD-ROm)

2. Me-mounting file iso (loopback file system)
#/usr/sbin/lofiadm -a /Documents/backup.iso /dev/lofi/1
(Ini akan membuat block device backup.iso ke /dev/lofi/1)

#mount -F hsfs -o ro /dev/lofi/1 /Documents/test
(Langkah ini me-mount block device /dev/lofi/1 ke dolde test yang ada di Documents. Proses ini akan me mounting file iso backup.iso tadi)

3. Meng-unmount file iso
#umount /Documents/test
#/usr/sbin/lofiadm -d /dev/lofi/1

Selamat Mencoba (headspin)

Halo teman-teman semua, kembali lagi bersama saya. Wekekeke. Kali ini saya sedang training Solaris System Administrator Part 2, atau SA-200. Yap, saya menggunakan laptop pribadi dengan Windows 7 sebagai Host OS, dan Solaris 10 sebagai guest OS. SAya menggunakan Vmware Workstation 7 sebagai media virtualisasinya. Saya iri sekali ketika Fachrie berhasil menambahkan Virtual BOx Guest Addition di VirtualBox dia, sehingga kita tidak perlu menekan tombol ajaib untuk memindahkan kursor dari mesin OS ke mesin Guest. Setelah mencoba dan membaca manual dokumentasi dari Vmware, saya berhasil menginstall Vmware tools di Solaris Guest OS. Sehinggan saya tidak perlu menekan tombol ajaib untuk memindahkan kursor dari host OS ke guest OS> Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi Vmware Tools di Solaris 10 (GUest OS) :

1. Pilih Tab VM pada Dashboard Vmware Workstation anda. Disana akan ada pilihan Install Vmware Tools. (VM –> Install Vmware Tools)

2. kalau sebelumnya di dalam CD ROM sedang ada yang di mount, eject dahulu

3. Kalau sudah muncul Vmware toolsnya, di copy saja ke direktori terserah anda.
#cp vmware-solaris-tools.tar.gz /

4. Extract VMware Tools:
#cd /
#gunzip -c /cdrom/vmwaretools/vmware-solaris-tools.tar.gz | tar xf -

5. Masuk ke folder hasil extractan :
#cd vmware-tools-distrib

6. Install Vmware Tools
#./vmware-install.pl
t of the root account:

7. Logout atau restart mesin anda.

8. taaa.. daaa. Selesai Mudah bukan?

Selamat Mencoba

Jadi begini kasusnya, saya sedang mengikuti training SA 400 Mengenai Solaris System Performance di PT Optima. Kebetulan saya membawa laptop sendiri, namun Solaris yang ada di laptop saya hanya lah berupa Appliance dalam Vmware, selain itu belum saya setting network nya agar bisa satu network dengan lab. Alhasil kalau ada praktik saya tidak dapat mengunduh file-file yang diperlukan dari komputer instruktur. Saya bingung juga, ada beberapa cara sebenernya yang bsia saya lakukan waktu itu. Saya sudah mencoba telnet dan Ssh ke beberapa mesin di lab, termasuk SSH ke laptop si Rachmat. Cuma, kalo hanya berupa SSH kan ndak seru, kalau ada sesi lab yang membutuhkan grafik, misalnya menampilkan SMC Solaris Management Console, jadinya saya kan ga bisa ikutan. Atau sesi saat menggunakan Dtrace Toolkit atau Chime. Saya juga ga bisa ikutan kalo cuma bisa SSH. Saya sudah mencoba lagi cara lain mengunakan VNC Client, untuk mengakses VNC Server yang Solaris nya ada di komputer si Rachmat. Namun apa daya, kalo saya menggunakan VNC CLient pun, ga full GUI bisa di tampilakan, hanya console saja, namun saya tetap bisa menggunakan fungsi aplikasi yang ada GUI nya kalo saya panggil aplikasi nya dari terminal, GUI nya bisa di load. Ya tetap saja tidak mewakili kondisi mesin fisik sesungguhnya kan. Akhirnya usut punya usut saya browsing dan akhirnya bisa mengakses secara full menggunakan XDMCP. Yihaaaa. :D Saya mau berbagi nih. Berikut langkah-langkah yang ahrus dilakukan :

Sebelum memulai, saya akan memaparkan kondsi client dan servernya

Client (saya) :
OS Windows 7
Aplikasi yang digunakan sebagai XDMCP Client Xming

Server :
OS Ubuntu
Solaris berjalan di atas Virtual Box (Inilah yang bakal kita garap :D )

Sekarang kita setting si Solaris nya :
1. Buka terminal lalu ketik gdmsetup (Atau akses dari –> Launch –>Applications –> Utilities –> Administration –> Login Screen Setup)
2. Lalu akan muncul Window Login Screen Setup
3. Pilih tab XDMCP
4. Centang Enable XDMCP

Login Screen Setup

Langkah berikutnya adalah membuat user di Solaris agar bisa mengakses melalui XDMCP :
1. Buka Solaris Management Console melalui terminal (pastikan anda sudah menajdi root)
#smc

2. Pilih This Computer

3. Dari Tree Directory sebelah kiri Pilih : System Configuration > Users > User Accounts.

4. Klik kanan di area kosong Lalu Pilih : Add Multiple Users > With Wizard..

5. Sekarang buat User Menggunakan Wizard. Pilih : Automatically Generate a series of user number (Jadi anda gak perlu bikin user satu persatu, cukup pake prefix nanti : misal train1, train2, dst). Bisa juga kalau mau namain usernya satu persatu, pilih pilihan yang paling atas :D

Selesai Konfig di Sisi Solaris nya. Sekarang kita coba dari Client nya :

1. Downlload Xming disini
2. Mulai Xming, Pilih dengan pilihan One Window

3. Pada langkah Selanjutnya Pilih Open Season via XDMCP

4. Pada pilihan Connect to Host isikan IP Solaris tadi.

5. Save Session Anda di Desktop agar mudah ketika memanggil Ulang.

Selesai. Mudah bukan? :D

 

Selamat Mencoba. Happy Hacking :D

 

Reference : http://blogs.sun.com/angad/entry/getting_solaris_up_and_running

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes