Archive for August, 2011

Di artikel sebelumnya saya pernah bercerita tentang pengalaman saya melakukan recovery file system yang terformat. Kali ini saya akan sedikit sharing mengenai recovery file yang terhapus (recovery deleted files) atau mengembalikan data yang telah terhapus. Ada kalanya kita tidak sengaja melakukan kesalahan saat sedang membuka folder, ada file / folder yang tidak sengaja kita delete, atau memang ada file / folder yang kita delete, namun di kemudian hari kita ternyata membutuhkan data tersebut. Ada juga yang memanfaatkan software recovery data untuk kepentingan digital forensic untuk menggali informasi data yang pernah terhapus / terformat. Ada banyak link bagus yang dapat mengarahkan kita kepada tools-tools atau metode untuk recovery file yang terhapus / terformat. Salah satunya link yang sangat bermanfaat adalah ini (http://www.forensicswiki.org/wiki/Main_Page)

Untuk kali ini saya akan membahas software data recovery yang menurut saya sangat bagus, yaitu Scalpel. Bahkan ada beberapa link yang menyebutkan bahwa Scalpel ini merupakan salah satu software data recovery yang terbaik. Scalpel ini dapat di jalankan di berbagai operating system seperti Linux, WIndows, MacOS. File system yang dapat di recovery pun beragam, mulai dari  FATx, NTFS, ext2, ext3, HFS+, sampai raw partitions data. Baik langsung saja kita mulai melakukan demonstrasi bagaimana instalasi Scalpel data recovery, konfigurasi, sampai dengan pengunaanya :

PS : Untuk skenario berikut, environment yang saya gunakan adalah OS Ubuntu Linux 10.04, lalu saya akan coba melakukan recovery data di flash disk saya yang berada di /dev/sdb1. Semua perintah di bawah ini di eksekusi melalui shell / terminal

1. Install Scalpel dari repository

digit@cybertron:$ sudo apt-get install scalpel

2. Setelah scalpel selesai di install, pertama kali kita harus merubah konfigurasi Scalpel

digit@cybertron:$ sudo nano /etc/scalpel/scalpel.conf

Secara default, file konfigurasi scalpel.conf di mark semua dengan tanda (#). Oleh karena itu, kita harus melakukan setting terlebih dahulu. Di scalpel.conf ini berisi file type yang akan kita recovery. Di scalpel.conf ini sudah di definisikan sebagian besar file type yang dapat kita recovery apabila terhapus (jpg, doc, avi, pdf, dll). Kita hanya perlu menghapus tanda # (yang berarti konfigurasi tersebut kita gunakan) tipe file apa saja yang dapat di recover oleh Scalpel. Kalau saya, hampir semua type file saya enable agar dapat di recover oleh scalpel.

3. Setelah itu silakan jalankan Scalpel. (Dengan root)

digit@cybertron:$ sudo scalpel /dev/sdb1 -o /home/digit/HASIL_RECOVERY/

/dev/sdb1 adalah lokasi device dimana file-file yang sudah terdelete. Folder /home/digit/HASIL_RECOVERY adalah tempat untuk menampung file-file yang telah di recovery dari /dev/sdb1 atau output nya. /dev/sdb1 juga bisa berupa lokasi folder dimana data-data yang akan kita recover. Jika dia berupa folder, kita hanya perlu menulis path folder nya saja.

Di bawah ini contoh progress recovery file-file saya yang berada di /dev/sdb1 (flash disk saya) :

digit@cybertron:$ sudo scalpel /dev/sdb1 -o /home/digit/HASIL_RECOVERY/
Scalpel version 1.60

Written by Golden G. Richard III, based on Foremost 0.69.

Opening target "/dev/sdb1"

Image file pass 1/2.

/dev/sdb1: 100.0% |*************************************|    3.7 GB    00:00 ETAAllocating work queues...

Work queues allocation complete. Building carve lists...

Carve lists built.  Workload:

art with header "\x4a\x47\x04\x0e" and footer "\xcf\xc7\xcb" --> 0 files

art with header "\x4a\x47\x03\x0e" and footer "\xd0\xcb\x00\x00" --> 0 files

gif with header "\x47\x49\x46\x38\x37\x61" and footer "\x00\x3b" --> 3 files

gif with header "\x47\x49\x46\x38\x39\x61" and footer "\x00\x3b" --> 52 files

jpg with header "\xff\xd8\xff\xe0\x00\x10" and footer "\xff\xd9" --> 814 files

png with header "\x50\x4e\x47\x3f" and footer "\xff\xfc\xfd\xfe" --> 216 files

bmp with header "\x42\x4d\x3f\x3f\x00\x00\x00" and footer "" --> 6 files

tif with header "\x49\x49\x2a\x00" and footer "" --> 505 files

tif with header "\x4d\x4d\x00\x2a" and footer "" --> 127 files

avi with header "\x52\x49\x46\x46\x3f\x3f\x3f\x3f\x41\x56\x49" and footer "" --> 3 files

mov with header "\x3f\x3f\x3f\x3f\x6d\x6f\x6f\x76" and footer "" --> 2 files

mov with header "\x3f\x3f\x3f\x3f\x6d\x64\x61\x74" and footer "" --> 5 files

mpg with header "\x00\x00\x01\xba" and footer "\x00\x00\x01\xb9" --> 141 files

mpg with header "\x00\x00\x01\xb3" and footer "\x00\x00\x01\xb7" --> 18 files

fws with header "\x46\x57\x53" and footer "" --> 86 files

doc with header "\xd0\xcf\x11\xe0\xa1\xb1\x1a\xe1\x00\x00" and footer "\xd0\xcf\x11\xe0\xa1\xb1\x1a\xe1\x00\x00" --> 166 files

doc with header "\xd0\xcf\x11\xe0\xa1\xb1" and footer "" --> 166 files

pst with header "\x21\x42\x4e\xa5\x6f\xb5\xa6" and footer "" --> 0 files

ost with header "\x21\x42\x44\x4e" and footer "" --> 0 files

dbx with header "\xcf\xad\x12\xfe\xc5\xfd\x74\x6f" and footer "" --> 0 files

idx with header "\x4a\x4d\x46\x39" and footer "" --> 0 files

htm with header "\x3c\x68\x74\x6d\x6c" and footer "\x3c\x2f\x68\x74\x6d\x6c\x3e" --> 3 files

pdf with header "\x25\x50\x44\x46" and footer "\x25\x45\x4f\x46\x0d" --> 146 files

pdf with header "\x25\x50\x44\x46" and footer "\x25\x45\x4f\x46\x0a" --> 30 files

mail with header "\x41\x4f\x4c\x56\x4d" and footer "" --> 0 files

pgd with header "\x50\x47\x50\x64\x4d\x41\x49\x4e\x60\x01" and footer "" --> 0 files

pgp with header "\x99\x00" and footer "" --> 65161 files

pgp with header "\x95\x01" and footer "" --> 31799 files

pgp with header "\x95\x00" and footer "" --> 53117 files

pgp with header "\xa6\x00" and footer "" --> 33084 files

txt with header "\x2d\x2d\x2d\x2d\x2d\x42\x45\x47\x49\x4e\x20\x50\x47\x50" and footer "" --> 0 files

rpm with header "\xed\xab" and footer "" --> 28898 files

wav with header "\x52\x49\x46\x46\x3f\x3f\x3f\x3f\x57\x41\x56\x45" and footer "" --> 0 files

ra with header "\x2e\x72\x61\xfd" and footer "" --> 0 files

ra with header "\x2e\x52\x4d\x46" and footer "" --> 0 files

dat with header "\x72\x65\x67\x66" and footer "" --> 4 files

dat with header "\x43\x52\x45\x47" and footer "" --> 0 files

zip with header "\x50\x4b\x03\x04" and footer "\x3c\xac" --> 22573 files

java with header "\xca\xfe\xba\xbe" and footer "" --> 187 files

Carving files from image.

Image file pass 2/2.

/dev/sdb1:   2.6% |                                     |  100.0 MB  2:31:56 ETA

Tadaaa….. Berhasil. :) Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. :)

Pada artikel sebelumnya saya menulis tentang bagaimana cara mengaktifkan sharing folder antara host OS dan guest OS di VirtualBox. Kali ini saya akan menulis kembali bagaimana cara untuk mengaktifkan USB Drive pada Guest OS di VirtualBox. Sayangnya saat ini saya hanya menemukan cara bagaimana VirtualBox dapat mengaktifkan USB Drive di guest OS saja, tidak bisa bersamaan antara host OS dan guest OS layankya yang bisa di lakukan pada Vmware. Baiklah, berikut ini langkah-langkah untuk mengaktifkan USB Drive pada Guest OS di VirtualBox anda :

PS : Silakan klik gambar di bawah apabila gambar terlalu kecil

1.Download terlebih dahulu VirtualBox Extension pack di http://www.oracle.com/technetwork/server-storage/virtualbox/downloads/index.html Anda harus menyesuaikan veri VirtualBox dengan Extension Pack anda, karena saya menggunakan VirtualBox versi 4.1.0.xxx maka saya mendownload Extension Pack untuk Virtual Box 4.1.0 (Ada 2 versi Extension Pack, untuk versi 4.10 dan Versi 4.0.12)
2.Add user anda ke dalam Group Vboxuser dengan perintah berikut (sebagai root di terminal) :

digit@cybertron:$ sudo adduser username vboxusers

Atau dengan perintah :

digit@cybertron:$ sudo useradd -G vboxusers username

3.Install VirtualBox Extension Pack yang sudah di download tadi. Klik Tab File pada window VirtualBox anda → Preferences → Extensions  (Seperti gambar di bawah ini)


4.Pilih Guest OS anda di tree window sebelah kiri →     Klik Setting → Pilih USB

Pilih Enable USB Controller dan Enable USB 2.0 (EHCI) Contoller (tick the box)

5.Add USB Device yang sudah ter-mounting di Host OS anda, agar Guest OS dapat membaca        USB Drive anda (dalam contoh di bawah Flash Disk saya adalah Kingston Data Traveller)

6. Boot Guest OS di VirtualBox anda, ketika anda masuk ke Desktop Guest OS anda, Flash Disk anda akan otomatis ter mount di guest OS anda seperti gambar di bawah :

Selamat Mencoba :)

Mounting Remote Directory Menggunakan SSHFS

Kali ini saya akan mendemonstrasikan bagaimana caranya mounting remote directory ke dalam local directory kita (komputer kita) menggunakan SSHFS. Ada kalanya kta bosan melakukan remote ke server kita menggunakan SSH. Atau ingin mengcopy dengan mudah tidak menggunakan scp, atau kita ingin lebih banyak membaca file menggunakan GUI bukan dari shell. Kita dapat me-mounting directory server kita ke dalam local directory kita. Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Install Paket SSHFS terlebih dahulu :

digit@cybertron:$ sudo apt-get install sshfs

2. Buat folder di mana saja, untuk menaruh hasil mounting remote directory

digit@cybertron:$ mkdir /home/digit/remote

3. Mounting directory server anda ke local directory di komputer local anda (/home/digit/remote)

digit@cybertron:$ sshfs digit@anapnea.net:/home/digit /home/digit/remote

Step di atas menunjukkan, saya melakukan mounting folder /home/digit yang berada di server anapnea.net ke dalam folder komputer local saya yang berada di /home/digit/remote

4. Nanti otomatis remote directory server anda akan muncul di /home/digit/remote (username saya = digit)

5. Untuk melakukan unmount silakan gunakan perintah berikut :

digit@cybertron:$ fusermount -u /home/digit/remote/

Selamat Mencoba :)

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes