Archive for the ‘ Hardware ’ Category

Halo kawan semua, saya iseng mau nulis tutorial sedikit nih. Mungkin sudah banyak yang tau tutorial ini, tapi tutorial ini saya tulis agar saya tidak lupa juga, karena saya seringkali mengalami kasus ini. Har ini saya kembali melanjutkan pekerjaan Migrasi di Departemen Pertahanan. Seperti biasanya, setelah proses migrasi selesai, user tersebut mulai banyak bertanya dan berkomentar. Saya menjawab berbagai pertanyaan yang di lontarkan. Yang paling sering di tanya adalah, kenapa sih kok harus masukin password dulu pas mount hard drive Windows? Errr.. Kadang bosan juga sih menjawab pertanyaannya. Okelah, daripada pusing, mending saya langsung konfig saja agar automount drive tanpa password. :D Biar ga ribet juga sih. Ada 2 cara yang dapat di lakukan, dengan menambah file d fstab, atau menggunakan aplikasi tambahan, saya akan menuliskan keduanya. Hehehe. Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan :

Cara 1

1.Buat folder baru di /media/ (kali ini nama folder nya adalah windows) :
$sudo mkdir /media/windows

2. Edit file /etc/fstab (Saya menggunakan editor nano, anda bisa menggunakan gedit, vim, atau editor lainnya):
$sudo nano /etc/fstab

2. Tambahkan baris berikut ini di taruh di bagian yang paling bawah saja :

/dev/sda1 /media/windows ntfs-3g rw,nosuid,nodev,shortname=mixed,uid=1000,utf8,umask=077,flush 0 0

Ada yang me rekomendasikan untuk menulis ini :
/dev/sda1 /media/windows vfat auto,users,uid=1000,gid=1000,utf8,dmask=027,fmask=137 0 0

Isi dari fstab yang di atas ini saya belum coba, apakah bisa atau tidak, silakan di tes saja :D
Notes :
/dev/sda1 = partisi ntfs/Windows anda. Unuk mengetahui partis ntfs anda, dapat menggunakan perintah di abwah ini melalui terminal :

$sudo fdisk -l

Output dari perintah di atas akan menunjukkan parisi drive NTFS anda, cek di bagian paling ujung kanan, yang menandakan tipe filesystem anda adalah NTFS.

/media/windows = folder yang anda buat pertama kali di dalam folder /media/ . Folder /media/windows/ ini untuk menaruh hasil mounting dari /dev/sda1 tadi.

Cara 2

Menggunakan aplikasi pysdm

Instalasi :

1. Bisa melalui terminal dengan perintah :
$sudo apt-get install pysdm

Atau melalui synaptic atau software center, seach saja pysdm (pastikan anda telah mengkonfigurasi alamat download repositori software dengan baik)

2. Menjalankan pysdm :

System –> Administration –> Storage Device Manager

pysdm

pysdm 1

Di Tab General Configuration anda akan melihat name dan mounpoint, name nya bisa anda ganti dan mount point nya juga, secara default akan di simpan di dalam /media. Di sebelah kiri anda memastikan letak posisi partisi drive nya ada dimana, misal sda1 –> mount pointnya ke /media/driveC, maka di kolom kiri anda klik sda1, dan d tab general informationnya anda memilih lokasi mount pointnya.

Selesai. Mudah bukan?

Selamat Mencoba :)

Iyak kawan2 semua, mari kembali kita menulis sesuatu yang kecil ini. Semoga bermanfaat bagi orang lain yah. :) Mungkin bagi teman-teman yang mempunyai Printer ber MErk Canon agak kelimpungan, pasalnya, kita harus mencari sendiri drivernya, dan meng install, lalu meng konfigurasinya secara manual. Tidak seperti Printer HP yang plug n Play. :D Jangan khawatir. Setelah saya sebelumnya pernah menulis tentang instalasi Driver Canon IP1600 di Ubuntu, sekarang saya ingin memberikan sedikit tutorial menginstall driver Printer Canon IP1980 di Ubuntu. Berikut ini langkah-langkahnya :

Read the rest of this entry

Ini saya ambil petikan wawancara dari http://techon.nikkeibp.co.jp/article/HONSHI/20080729/155654/?P=2 karena saya pikir prnjrlasan dari David Kirk sangat bagus sekali. Selamat menikmati. :)

Graphics processing units (GPU) are evolving to provide a diverse range of image processing functions flexibly and at high speed; as a result they are morphing into architectures appropriate for general-purpose calculating engines. The term “GPU computing” has been applied to the idea of utilizing their capabilities for high-speed processing of applications such as medical imagery processing. We spoke to David Kirk (right), chief scientist at NVIDIA Corp, a manufacturer of GPUs. Kirk is a leading proponent of GPU computing, and the person behind NVIDIA’s development thrust.
You’ve been heavily promoting GPU computing recently.

What made you decide it was such an important development?

Parallel computing is entering a very interesting stage right now. It used to be that parallel computing environments were only available on supercomputers costing hundreds of millions of dollars, but today anyone can buy a system.

I have always been involved in computer graphics technology, such as GPU development for personal computers (PC). Now that GPUs are programmable we’re beginning to see adoption of parallel computing by general computer users. GPUs can make a real contribution to spreading parallel computing technology into new fields such as education and science. GPUs are going to be crucial tools not only in displaying imaging, but in all types of computation.
There are not many successful examples of using multiple processor cores to run software in parallel, are there?

I think it’s a bit premature to categorize all those attempts as failures. The knowledge, design approaches and other tips gained are being carried on in parallel computing architectures today. There is one element that has not ever succeeded, which is educating software developers in parallel computing.

For the past 20 or 30 years, software developers haven’t needed to consider parallel computing at all, because the advantages gained from higher microprocessor operating frequencies were just there for the taking. Now that microprocessor manufacturers are switching over to multicore designs, however, parallel computing has become a basic assumption in software design. Everyone has to take it into account now.

Read the rest of this entry

Beberapa yang lalu kawan saya Deanet iseng2 browsing, dia sedang melihat2 tutorial injeksi paket. (wah udah inject inject aja nih :p). Di Web yang sedang Ia baca menyebutkan bahwa Hardware Wireless network yang bisa di gunakan salah satunya adalah Intel 2200BG. Wah sontak saja aku bilang, wah punyamu support tuh cak. :D . Kata dia, ah mosok sih bisa. langsung saja aku suruh cek Hardware nya.

Ada beberapa cara untuk mengetahui Hardware apa saja yang tertanam pada Box kita. Nah ini saya listkan biar gak lupa aja sih, abis saya sering lupa. hahahaha. Command ini semuanya di lakukan di atas Terminal :

Read the rest of this entry

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Switch to our mobile site