<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digit Oktavianto Web Log &#187; Sharing n Tutorial</title>
	<atom:link href="http://www.digitoktavianto.web.id/category/share/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.digitoktavianto.web.id</link>
	<description>Catatan Sampah Si Digit</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 01:33:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Error Saat Setting Nginx dan PHP-FPM</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/error-saat-setting-nginx-dan-php-fpm.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/error-saat-setting-nginx-dan-php-fpm.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 01:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[centos]]></category>
		<category><![CDATA[error nginx]]></category>
		<category><![CDATA[error nginx php-fpm]]></category>
		<category><![CDATA[error php-fpm]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>
		<category><![CDATA[nginx and php-fpm]]></category>
		<category><![CDATA[nginx centos]]></category>
		<category><![CDATA[php-fpm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin belum lama, rekan saya erick dari KPLI Jakarta menanyakan problem yang terjadi saat dia melakukan setting Nginsx dan PHP-FPM di Centos. Error yang dia katakan adalah sebagai berikut : fpm_unix_conf_wp(), line 124: please specify user and group other than root, pool ‘default’ Lalu setelah saya coba googling kesana-kemari saya menemukan halaman website ini. Disana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin belum lama, rekan saya erick dari <a href="http://jakarta.linux.or.id" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/jakarta.linux.or.id?referer=');">KPLI Jakarta</a> menanyakan problem yang terjadi saat dia melakukan setting Nginsx dan PHP-FPM di Centos. Error yang dia katakan adalah sebagai berikut : </p>
<p>fpm_unix_conf_wp(), line 124: please specify user and group other than root, pool ‘default’</p>
<p>Lalu setelah saya coba googling kesana-kemari saya menemukan halaman website <a href="http://www.darvilworld.com/?author=2&#038;paged=2" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.darvilworld.com/?author=2_038_paged=2&amp;referer=');">ini</a>. Disana dikatakan apabila terjadi error fpm_unix_conf_wp(), line 124: please specify user and group other than root, pool ‘default’ penyebab nya adalah anda belum melakukan settingan pada file yang berada di : /usr/local/etc/php-fpm.conf. Mari kita coba perbaiki error fpm_unix_conf_wp(), line 124: please specify user and group other than root, pool ‘default’.</p>
<p>Buka text editor anda, dalam hal ini saya menggunakan nano (jangan lupa anda harus sebagai root) :</p>
<p>#nano /usr/local/etc/php-fpm.conf</p>
<p>Pada bagian ini &#8211;> </p>
<p><!--  <value name="user">nobody</value>        &#8211;><br />
<!--  <value name="group">nobody</value>      &#8211;></p>
<p>Komentar nya ahrus anda hapus (tanda arrow), sehingga menjadi seperti ini :</p>
<p><value name="user">nobody</value><br />
<value name="group">nobody</value> </p>
<p>lalu anda lihat, disana user dan group nya masih nobody, ganti usernya dengan user anda dan group anda.</p>
<p>Selesai. Selamat Mencoba <img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/error-saat-setting-nginx-dan-php-fpm.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandwidth Management in Linux</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/bandwidth-management-in-linux.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/bandwidth-management-in-linux.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 21:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[bandwidth]]></category>
		<category><![CDATA[bandwidth management]]></category>
		<category><![CDATA[bandwidth management linux]]></category>
		<category><![CDATA[linux bandwidth management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Tutorial ini saya ambil dari sini : http://malang.linux.or.id/?p=8. Kalau saya sudah bisa mempraktekkan dan tuning up sana-sini, akan saya tulis tutorialnya sendiri. Makasih yah KPLI Mlang Belakangan ini banyak ISP yang memberikan layanan broadband Internet dengan bandwidth yang sangat besar mulai dari 512Kbps hingga 2Mbps. Umumnya layanan ini digunakan oleh Warung Internet dan perusahaan-perusahaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tutorial ini saya ambil dari sini :<a href="http://malang.linux.or.id/?p=8" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/malang.linux.or.id/?p=8&amp;referer=');"> http://malang.linux.or.id/?p=8</a>. Kalau saya sudah bisa mempraktekkan dan tuning up sana-sini, akan saya tulis tutorialnya sendiri. <img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /> Makasih yah KPLI Mlang <img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /></p>
<p>Belakangan ini banyak ISP yang memberikan layanan broadband Internet dengan bandwidth yang sangat besar mulai dari 512Kbps hingga 2Mbps. Umumnya layanan ini digunakan oleh Warung Internet dan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang Internet. Sekarang tinggal bagaimana mengatur bandwidth sebesar itu agar dapat dimanfaatkan bersama secara “adil”. Artikel ini akan membahas mengenai pembuatan sebuah bandwidth manager yang secara transparan dapat diletakkan pada jaringan yang telah ada.</p>
<p>1. Pengenalan QoS</p>
<p>Mungkin Anda semua sudah mengetahuinya, QoS adalah singkatan dari Quality of Service. Tetapi apa artinya? Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengimplementasikannya?</p>
<p>QoS artinya network yang telah memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang dibuat oleh manager-manager network tersebut. Kriteria tersebut termasuk:</p>
<p>   1. Availability, yaitu persentase hidupnya sistem atau layanan yang diberikan. Idealnya, availability harus mencapai 100% atau setidaknya 99,9999% (ada 6 buah angka sembilan), yang menunjukkan tingkat kerusakan sebesar 2,6 detik per bulan.<br />
   2. Bandwidth Usages, yaitu masing-masing user akan diberikan bandwidth sesuai kebutuhan mereka. Selain berdasarkan user, pemakaian bandwidth juga dapat dibagi berdasarkan jenis traffic atau jenis protocol. Misalnya, untuk traffic HTTP dialokasikan bandwidth sebesar 40%, untuk voice 25%, sisanya untuk ftp dan lain-lain. Yang terakhir ini sering disebut dengan “traffic shaper”.</p>
<p><span id="more-483"></span></p>
<p>   3. Throughput, yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps (bit per second). Penggunaan sebuah saluran secara bersama-sama akan mengurangi nilai ini.<br />
   4. Latency, adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Tundaan (delay) ini dapat dipengaruhi oleh jarak (misalnya akibat penggunaan wireless LAN), atau kongesti (yang memperpanjang antrian), atau bisa juga akibat waktu olah yang lama (misalnya proses baca-tulis pada sebuah proxy server).<br />
   5. Packet Loss, yaitu jumlah paket yang hilang. Umumnya perangkat network memiliki buffer untuk menampung data yang diterima. Jika terjadi kongesti yang cukup lama, buffer akan penuh, dan data baru tidak dapat diterima. Paket yang hilang ini harus diretransmisi, yang akan membutuhkan waktu tambahan.</p>
<p>Ada banyak kriteria-kriteria lain yang dapat ditentukan oleh seorang manager network disebuah perusahaan Lebih lengkap mengenai QoS dapat dilihat di http://www.qosforum.com/tech_resources.htm</p>
<p>Pada kasus tertentu, sebuah perusahaan bahkan memilih ISP yang telah memiliki service-level agreements, atau</p>
<p>SLA. Dengan adanya perjanjian ini, perusahaan tersebut dijamin akan mendapatkan layanan sesuai yang diiklankan oleh ISPnya atau akan mendapat kompensasi apabila layanan tersebut tidak sesuai yang diharapkan.</p>
<p>Artikel ini secara khusus akan membahas bagaimana sebuah akses Internet berkecepatan tinggi (broadband Internet access) dapat dimanfaatkan bersamaan oleh beberapa karyawan di sebuah perusahaan. Dengan menggunakan sebuah fasilitas bandwidth manager, masing-masing karyawan akan dialokasikan dengan bandwidth sesuai kebutuhan mereka.</p>
<p>2.</p>
<p>Linux</p>
<p>Ethernet</p>
<p>Bridge</p>
<p>Kita akan menganggap perusahaan ini memiliki jaringan komputer yang telah berjalan baik, termasuk akses ke Internetnya. Perusahaan ini telah lama memanfaatkan Linux sebagai Gateway ke Internet menggunakan IP-Masquerade. Karena penggunaan bandwidth yang tidak teratur, maka salah seorang karyawan yang men-download sebuah file MP3 berukuran besar akan mengganggu karyawan lain yang hanya menggunakan Internet untuk email dan browsing.</p>
<p>Anda sebagai seorang staff Network-nya diberi tugas oleh atasan untuk mengimplementasikan bandwidth manager tanpa merubah topologi logik jaringan yang telah ada. Artinya, Anda diharapkan untuk dapat mengimplementasikannya tanpa harus mengutak-ngatik konfigurasi yang telah ada pada komputer client. Selain itu, Anda juga dianjurkan oleh atasan untuk tidak merubah konfigurasi pada server.</p>
<p>Solusinya adalah dengan menjalankan CBQ pada sebuah</p>
<p>Linux</p>
<p>Bridge. Keterangan mengenai CBQ akan dijelaskan di poin berikutnya pada artikel yang sama.</p>
<p>Membuat</p>
<p>Bridge</p>
<p>Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pada sebuah bridge:</p>
<p>    * Sebuah port hanya dapat menjadi anggota dari satu bridge<br />
    * Sebuah bridge tidak perlu mengetahui rute yang akan dilaluinya<br />
    * Sebuah bridge tidak mengetahui protocol yang lebih tinggi dari ARP. Itulah sebabnya ia dapat membawa berbagai macam protocol yang dilalui ethernet pada bridge tersebut.<br />
    * Berapa pun banyaknya port yang akan menjadi anggota sebuah bridge, ia akan dianggap satu interface logik.</p>
<p>Bila Anda pernah mencoba untuk nge-ping sebuah unmanaged switch, tentunya Anda tahu bahwa itu tidak akan berhasil karena switch tersebut tidak memiliki IP address.</p>
<p>Tetapi bila Anda ingin melakukan perubahan konfigurasi pada bridge, Anda dapat menggunakan SNMP, telnet, rlogin, atau ssh. Dianjurkan untuk menggunakan SSH. Source code bridge yang baru memungkinkan Anda untuk mengalokasikan IP terhadap interface virtualnya.</p>
<p>Catatan: Bridge berfungsi sama seperti sebuah switch.</p>
<p>Berikutnya, download program bridge-utils dari http://bridge.sourceforge.net/bridge-utils.html. Pada saat penulisan artikel ini, penulis menggunakan versi 0.9.3. Untuk mendownload source codenya gunakan link ini: http://bridge.sourceforge.net/bridge-utils/bridge-utils-0.9.5.tar.gz sedangkan untuk binary i386: http://bridge.sourceforge.net/bridge-utils/bridge-utils-0.9.5-1.i386.rpm.</p>
<p>Setelah sebuah file binary /sbin/brctl telah terinstall. Ketik brctl untuk melihat beberapa opsi program tersebut.</p>
<p>Setup</p>
<p>Bridge</p>
<p>Perlu diperhatikan bahwa pada komputer yang akan dijadikan bridge ini memiliki dua network card (eth0 dan eth1). Kedua-duanya yang akan dijadikan anggota sebuah bridge.</p>
<p>    * Membuat bridge dengan nama ‘jembatan’:</p>
<p>[root@kepet /root]# brctl addbr jembatan</p>
<p>Untuk mematikannya gunakan: brctl delbr jembatan</p>
<p>    * Menambah interface pada bridge:</p>
<p>[root@kepet /root]# ifconfig eth0 0.0.0.0</p>
<p>[root@kepet /root]# ifconfig eth1 0.0.0.0</p>
<p>[root@kepet /root]# ifconfig eth0 promisc up</p>
<p>[root@kepet /root]# ifconfig eth1 promisc up</p>
<p>[root@kepet /root]# brctl addif jembatan eth0</p>
<p>[root@kepet /root]# brctl addif jembatan eth1</p>
<p>Perhatikan bahwa interface-interface tersebut dalam keadaan ‘promisc’ dan tanpa IP. Sekarang aktifkan bridge ‘jembatan’ dengan perintah:</p>
<p>[root@kepet /root]# ifconfig jembatan up</p>
<p>Bila ingin menambahkan IP pada bridge untuk kemudahaan manajemen nantinya, gunakan:</p>
<p>[root@kepet /root]# ifconfig jembatan 192.168.1.254 up</p>
<p>Dengan demikian anda dapat login ke PC bridge ini dengan telnet atau ssh dengan menggunakan IP 192.168.1.254.</p>
<p>Setelah selesai, masukkan perintah-perintah di atas di dalam script /etc/rc.d/rc.local agar dapat dijalankan setiap saat komputer di boot.</p>
<p>Anda juga dapat mendownload antarmuka grafis (GUI) untuk mengkonfigurasi bridge dari: http://home.planet.nl/~kristian/gbrctl.html</p>
<p>eth0                    eth1</p>
<p>PC ———- PC LINUX BRIGE ——– PC</p>
<p>Gambar 1.</p>
<p>Test</p>
<p>Bridge</p>
<p>Test bridge ini dengan cara menghubungkan kedua interface eth0 dan eth1 dengan kabel cross, masing-masing ke sebuah PC. Coba ping dari satu PC ke PC lain dan sebaliknya. Bila berhasil, maka sebuah ethernet bridge telah siap digunakan.</p>
<p>3.       CBQ</p>
<p>Berikutnya adalah mengaktifkan CBQ untuk mengatur jumlah bandwidth masing-masing PC yang terhubung melalui bridge kita. Perhatikan rencana pemasangan CBQ pada Gambar 2.</p>
<p>gateway ——– linux cbq bridge ——— hub ———|_____ pc bagus 48 Kbps</p>
<p>|____ pc yudo 128 Kbps</p>
<p>|____ pc dani 48 Kbps</p>
<p>|____ pc nisa 128 Kbps</p>
<p>|____ pc gita 64 Kbps</p>
<p>|____ pc stefanny 64 Kbps</p>
<p>Gambar 2.</p>
<p>Rencana Pemasangan CBQ</p>
<p>Sekali lagi, penulis menggunakan Linux RedHat 7.1 yang juga telah dilengkapi dengan program CBQ. Tetapi penulis tetap berkeras untuk menggunakan rilis terbaru CBQ yaitu versi  0.6.2 yang dapat di download dari: ftp://ftp.equinox.gu.net/pub/linux/cbq/cbq.init</p>
<p>Setelah di download letakkan di dalam direktori /sbin:</p>
<p>[root@kepet download]# wget “ftp://ftp.equinox.gu.net/pub/linux/cbq/cbq.init”</p>
<p>[root@kepet download]# chmod 755 cbq.init</p>
<p>[root@kepet download]# cp cbq.init /sbin/cbq</p>
<p>cp: overwrite ‘/sbin/cbq’? y</p>
<p>Semua konfigurasi CBQ akan diletakkan di dalam direktori /etc/sysconfig/cbq.</p>
<p>Sedikit tentang CBQ. CBQ adalah kependekan dari class based queueing, yaitu sebuah ethernet shaper yang dapat dijalankan di Linux. CBQ hanya dapat menggunakan interface Ethernet untuk Linux (eth0, eth1, eth2, …) dan ARCNET. Untuk ARCNET, tukar parameter bandwidth menjadi 2Mbit dan bukannya 10Mbit seperti pada ethernet.</p>
<p>Untuk  menjalankan CBQ diperlukan utilitas iproute2 yang dibuat oleh Alexey Kuznetsov dan dapat di download dari: ftp://ftp.inr.ac.ru/ip-routing. Tetapi pada distro yang penulis gunakan, iproute2 telah terinstall dengan baik.</p>
<p>Bagaimana CBQ bekerja? Baiklah. Setiap shaper akan ditulis pada sebuah file konfigurasi yang secara default terletak di dalam direktori /etc/sysconfig/cbq. Satu file per satu shaper / class.</p>
<p>Penamaan file konfigurasinya harus seperti: cbq-<classid>.<nama> dimana <classid> adalah dua byte heksadesimal dalam kisaran <0002-FFFF> yang merupakan class ID CBQ. Sedangkan <nama> adalah nama dari shaper itu sendiri. Anda dapat menentukannya sesuka hati. Misalnya sesuai dengan Gambar 2, kita akan menamakan sebuah file konfigurasi CBQ dengan: cbq-1280.nisayudo</p>
<p>File konfigurasi CBQ akan dibagi kedalam beberapa paramater. Berikut adalah beberapa paramater yang akan kita gunakan pada artikel ini.<br />
Parameter Divais<br />
DEVICE=<ifname>,<bandwidth>,<weight></p>
<p>Contoh: DEVICE=eth0,10Mbit,1Mbit</p>
<p><ifname> adalah nama interface yang akan diatur. Misalnya eth0. <bandwidth> adalah bandwidth fisik dari divais tersebut, misalnya 10Mbit atau 100Mbit untuk ethernet atau 2Mbit untuk arcnet. Sedangkan <weight> adalah parameter yang dapat ditentukan dengan rumus: <weight> = <bandwidth> / 10</p>
<p>Bila terdapat lebih dari satu class pada satu divais, Anda cukup mengisi <bandwidth> dan <weight> sekali saja. Sedangkan pada file-file lainnya hanya isikan: DEVICE=<ifname>.</p>
<p>Parameter Class<br />
RATE=<speed></p>
<p>Contoh: RATE=128Kbit</p>
<p>Adalah bandwidth yang dialokasikan pada class tersebut. Dengan cara ini kita dapat membatasi (limit) kecepatan dari shaper. Anda dapat menggunakan akhiran Kbit, Mbit, bps, Kbps, atau Mbps.<br />
WEIGHT=<speed></p>
<p>Contoh: WEIGHT=12Kbit</p>
<p>Dapat ditentukan dengan cara: WEIGHT = RATE / 10<br />
PRIO=<1-8></p>
<p>Contoh: PRIO=5</p>
<p>Prioritas trafik dari class bersangkutan. Semakin tinggi angkanya, semakin kecil prioritasnya. Umumnya digunakan prioritas 5.</p>
<p>Parameter Filter<br />
RULE=[[saddr[/prefix]][<img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/6.gif" style="border:none;background:none;" alt=":p" />ort],][daddr[/prefix]][<img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/6.gif" style="border:none;background:none;" alt=":p" />ort]</p>
<p>Contoh: RULE=192.168.1.4</p>
<p>Anda dapat menggunakan lebih dari satu RULE per satu file konfigurasi. RULE digunakan untuk mem-filter trafik apa yang akan diatur. Contoh lainnya:</p>
<p>RULE=192.168.1.4:80</p>
<p>Memfilter trafik yang ditujukan kepada port 80 pada IP 192.168.1.4</p>
<p>RULE=192.168.1.0/24</p>
<p>Filter seluruh trafik yang terdapat di network 192.168.1.0</p>
<p>Keterangan tambahan mengenai parameter-parameter CBQ dapat Anda lihat di dalam file cbq.init itu sendiri.</p>
<p>Dari Gambar 2, kita akan membuat CBQ untuk mengatur bandwidth terhadap IP-IP tertentu. Perlu diperhatikan bahwa interface eth1 adalah yang menghubungi antara</p>
<p>CBQ</p>
<p>Bridge dengan network 192.168.1.0/24 (HUB). Buatlah file-file berikut di dalam direktori /etc/sysconfig/cbq:</p>
<p>== cbq-64.gitastefanny</p>
<p>DEVICE=eth1,10Mbit,1Mbit</p>
<p>RATE=64Kbit</p>
<p>WEIGHT=6Kbit</p>
<p>PRIO=5</p>
<p>RULE=192.168.1.5</p>
<p>RULE=192.168.1.6</p>
<p>== cbq-48.bagusdanny</p>
<p>DEVICE=eth1</p>
<p>RATE=48Kbit</p>
<p>WEIGHT=4Kbit</p>
<p>PRIO=5</p>
<p>RULE=192.168.1.1</p>
<p>RULE=192.168.1.3</p>
<p>== cbq-128.yudonisa</p>
<p>DEVICE=eth1</p>
<p>RATE=128Kbit</p>
<p>WEIGHT=12Kbit</p>
<p>PRIO=5</p>
<p>RULE=192.168.1.2</p>
<p>RULE=192.168.1.4</p>
<p>Setelah semua file konfigurasi dibuat, jalankan CBQ dengan cara:</p>
<p>[root@kepet /root]# /sbin/cbq start</p>
<p>Untuk melihat statistik CBQ jalankan:</p>
<p>[root@kepet /root]# /sbin/cbq stats</p>
<p>Sedangkan untuk mematikan CBQ:</p>
<p>[root@kepet /root]# /sbin/cbq stop</p>
<p>Dengan dijalankannya CBQ pada bridge tersebut, komputer-komputer pada Gambar 2 telah dialokasikan bandwidth sesuai aturan yang telah dibuat. Anda dapat mencoba dari masing-masing komputer dengan cara mendownload sebuah file yang terdapat di server Linux Gateway, misalnya. Atau dengan mengaktifkan SNMP agent di masing-masing PC dan memonitor trafik masing-masing komputer menggunakan MRTG (http://www.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/mrtg/).</p>
<p>4.       Penutup</p>
<p>Perintah-perintah bridge dan CBQ di atas dapat diletakkan di dalam file /etc/rc.d/rc.local agar selalu diaktifkan pada saat komputer di boot. Pada artikel ini hanya dibahas bagaimana CBQ dapat digunakan untuk membatasi penggunaan bandwidth per alamat IP tertentu. Sedangkan CBQ sebenarnya lebih dari sekedar pembatas bandwidth per IP. Ia juga dapat digunakan untuk membatasi trafik Internet seperti trafik HTTP (web), mail, ftp, dan lain-lain. Selain itu CBQ juga memiliki fitur untuk mengatur bandwidth pada jam-jam tertentu. Dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas pada CBQ, Anda dapat membuat sebuah bandwidth manager murah yang hanya memanfaatkan PC.</p>
<p>Bahan bacaan:</p>
<p>    * QoS Forum: http://www.qosforum.com/tech_resources.htm<br />
    * Artikel-artikel dari I Made Wiryana: http://wiryana.dhs.org/my_project/3rd-party/<br />
    * Linux</p>
<p>      Bridge</p>
<p>      STP HOWTO:</p>
<p>http://www.linuxdoc.org/HOWTO/BRIDGE-STP-HOWTO/index.html</p>
<p>    * CBQ.INIT: ftp://ftp.equinox.gu.net/pub/linux/cbq/cbq.init<br />
    * LinuxEthernet</p>
<p>      Bridge</p>
<p>      : http://bridge.sourceforge.net<br />
    * Bridge GUI (gbrctl): http://home.planet.nl/~kristian/gbrctl.html<br />
    * LinuxBridge</p>
<p>      Mailing List: http://www.math.leidenuniv.nl/pipermail/bridge/<br />
    * Ethernet Frame Diverter: http://diverter.sourceforge.net</p>
<p>Berikut ini saya sertakan tambahan materi bandwidth managemet untuk di download :</p>
<p>Download bandwidth management 1<br />
Download bandwidth management 2<br />
Download bandwidth management 3<br />
Download bandwidth management 4</p>
<p>Sumber : <a href="http://malang.linux.or.id/?p=8" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/malang.linux.or.id/?p=8&amp;referer=');">http://malang.linux.or.id/?p=8</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/bandwidth-management-in-linux.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Limit Proxy dengan Delay Pools</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/limit-proxy-dengan-delay-pools.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/limit-proxy-dengan-delay-pools.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 21:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[limit proxy]]></category>
		<category><![CDATA[proxy]]></category>
		<category><![CDATA[proxy server]]></category>
		<category><![CDATA[squid]]></category>
		<category><![CDATA[squid proxy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Yak sedang iseng-iseng mendalami Squid menemukan tutorial pada link ini : http://malang.linux.or.id/?p=5 milik KPLI Malamng, saya copy paste tutorial nya, agar saya lebih mudah nanti ketika belajar tidak perlu browsing lagi. Berikut tutorialnya : Latar Belakang Bandwidth merupakan barang yang mahal. Untuk saat ini kisaran 64 kps dihargai sekitar 4 jt perbulan. Permasalahnnya bandwith 64 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yak sedang iseng-iseng mendalami Squid menemukan tutorial pada link ini :<a href="http://malang.linux.or.id/?p=5" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/malang.linux.or.id/?p=5&amp;referer=');"> http://malang.linux.or.id/?p=5</a> milik KPLI Malamng, saya copy paste tutorial nya, agar saya lebih mudah nanti ketika belajar tidak perlu browsing lagi. Berikut tutorialnya :</p>
<p>Latar Belakang<br />
Bandwidth merupakan barang yang mahal. Untuk saat ini kisaran 64 kps dihargai sekitar 4 jt perbulan. Permasalahnnya bandwith 64 kbits itu bukan nilai yang besar. Rata-rata yang didapat pelanggan adalah 64 1:2. Artinya 1 jalur 64 kbits digunakan untuk 2 pelanggan sekaligus.<br />
Sudah bandwidthnya dibatasi terkadang pula disisi user ada yang bertingkah seenaknya. Merasa ada koneksi internet gratis, beberapa user mulai menggunakannya untuk membuka situs-situs tertentu atau mengkoleksi file-file tertentu. Tentu saja alokasi bandwidth yang tersedia semakin menyusut. Yang merasakan adalah golongan user yang biasa-biasa saja (bukan mania internet), mereka hanya bisa mengelus dada.<br />
Untuk mengatasi hal diatas, agar setiap user mendapat bandwidth yang cukup, bisa digunakan aplikasi squid proxy server.</p>
<p><span id="more-481"></span></p>
<p>Pelaksanaan<br />
Sebelum mulai mengkonfigurasi delay pools, harus dipersiapkan terlebih dahulu aplikasi squid yang sudah dikompilasi dengn support delay pools. Beberapa distro besar seperti RedHat/Mandrake biasanya sudah di atur support delay pools.<br />
Bila tidak dapat dikompilasi sendiri sebagai berikut<br />
# ./configure –enable-delay-pools<br />
# make<br />
# make install</p>
<p>konfigurasi<br />
File konfigurasi squid adalah squid.conf<br />
ada beberapa tag konfigurasi untuk delay pools di squid.conf.</p>
<p>delay_pools <jumlah><br />
menyatakan berapa banyak bagian/pool yang akan dibuat<br />
misal delay_pools 2</p>
<p>delay_class <bagian tipe/class><br />
menentukan klas/tipe pembagian bandwith dari setiap pool. 1 pool hanya boleh memiliki 1 clas, tidak lebih atau kurang.<br />
bagian merupakan nomer urut dari jumlah pool didelay pool, jadi ada 1 s/d n bagian dimana n merupakan angka jumlah pada delay_pools<br />
tipe merupakan tipe class delay yang dipakai.<br />
Secara umum tipe menyatakan bagaimana cara membagi bandwidth, ada 3 tipe:</p>
<p>tipe/class keterangan<br />
1 semua bandwidth yang ada akan dibagi sama rata untuk semua user squid<br />
ex ada bandwidth 128 dan semua bandwith dipakai untuk browsing</p>
<p>2 membatasi pemakaian bandwith dari total bandwidth yang ada, dan bandwith yang diperuntukan squid akan dibagi semua user dengan sama rata.<br />
ex ada bandwidth 128 dimana 28 kbit dipakai untuk email dan sisanya (128-28) 100 kbit dipakai untuk browsing</p>
<p>3 membatasi pemakaian bandwidth dari total bandwidth yang ada, setiap network class C akan mendapat bandwidth sama besar, setiap user pernetwork akan mendapat bandwidth yang sama besar dari total bandwidth per network<br />
ex: bandwidth tersedia 512 kb, untuk browsing disediakan bandwidth 384 kb, sisanya untuk aktifitas lain.<br />
Di jaringan tersebut ada 3 departement dengan network yang berbeda misal lab (192.168.1.0/24), manajer(192.168.2.0/24), sales(192.168.3.0/24).<br />
nah misah oleh admin di set bahwa pernetwork mendapat jatah 128 kb/s.<br />
maka user² di sales akan mendapat pembagian bandwidth sama besar dari total 128 kb/s.<br />
maka user² di lab akan mendapat pembagian bandwidth sama besar dari total 128 kb/s.<br />
maka user² di manajer akan mendapat pembagian bandwidth sama besar dari total 128 kb/s.</p>
<p>misal:</p>
<p>delay_class 1 2 # pool 1 memakai clas tipe 2<br />
delay_class 2 3 # pool 2 memakai clas tipe 3</p>
<p>delay_access <bagian acl><br />
Memberi batasan siapa saja yang boleh mempergunakan delay pools ini.<br />
Penting untuk diingat sebaiknya setelah menetukan batasan jangan lupa di akhiri dengan deny all.<br />
misal:</p>
<p>delay_access 1 allow manajer<br />
delay_access 1 deny all<br />
delay_access 2 allow sales<br />
delay_access 2 deny all</p>
<p>delay_parameters<br />
Ini adalah bagian terpenting dari delay pools memberikan aturan main setiap delay pools yang dibentuk.<br />
delay parameter mempunyai format yang disesuaikan dengan tipe/class yang dipakai.<br />
Tapi disetiap tipe yang dipakai ada 1 format baku yaitu restore/max.<br />
restore menunjukkan maksimum kecepatan data yang dapat dilewatkan bila harga max sudah terlampaui, dalam satuan bytes/second</p>
<p>max menunjukkan besar-nya file atau bucket yang dapat dilewatkan tanpa melalui proses delay. dalam satuan bytes.</p>
<p>Yang perlu diperhatikan dari satuan diatas adalah harga restore dimana kita sering menerima/menyewa/membeli bandwidth dari provider dalam satuan bits/second bukan bytes/second. Sedangkan satuan kecepatan yang ditunjukkan oleh Microsoft pada saat mendonlot file adalah bytes/sec.<br />
Sedangkan satuan dari harga max sudah sesuai dengan kebiasaan sehari-hari, dimana kita memberi besaran bytes pada file-file.<br />
1 byte = 8 bit.</p>
<p>SpesialCase: -1/-1 berarti unlimited atau tidak dibatasi pada nilai restore/max<br />
ex: 1000/64000 harga restore sama dengan 8000 bits/sec atau 8 kbits/sec.<br />
Yang artinya user akan mendapat donlot brustable selama file yang akan dibuka lebih kecil dari 64 kbytes, jadi kecepatan bisa diatas 8 kbit/sec.<br />
Bila ternyata file yang dibuka melebihi 64 bytes, maka proses limitasi akan segera dimulai dengan membatasi kecepatan maksimal 8 kbits/s.</p>
<p>class 1<br />
delay_parameters <#pool individual><br />
ex: delay_parameters 1 1000/64000<br />
Berarti semua network akan mendapat bandwidth yang sama di pool no 1.<br />
Sebesar 1 kbytes/sec (8 kbits/sec), dengan burstable file 64 kb.<br />
class 2<br />
delay_parameters <#pool agregate individual><br />
ex: delay_parameters 1 32000/32000 1000/64000<br />
Berarti squid akan memakai bandwidth maksimum (32000*8) 256kbits dari semua bandwidth.<br />
Bila terdapat lebih dari 1 network class C, maka total yang dihabiskan tetap 256 kbit/sec<br />
dan tiap user akan mendapat bandwidth maksimum 1 kbytes/sec (8 kbits/sec), dengan burstable file 64 kb.<br />
class 3<br />
delay_parameters <#pool agregate network individual><br />
ex: delay_parameters 1 32000/32000 8000/8000 1000/64000<br />
Berarti squid akan memakai bandwidth maksimum (32000*8) 256kbits dari semua bandwidth.<br />
Bila terdapat lebih dari 1 network class C, maka setiap network akan dipaksa maksimum sebesar (8000*8) 64 kbits/sec<br />
dan tiap user pada satu network akan mendapat bandwidth maksimum 1 kbytes/sec (8 kbits/sec), dengan burstable file 64 kb.<br />
Contoh<br />
dalam 1 network dengan penggunaan bandwidth total tidak dibatasi terdapat beberapa komputer dengan klasifikasi sebagai berikut<br />
admin, server dengan bandwidth unlimited<br />
staff dengan bandwidth 1,5 kbytes/sec, bila file yang diakses melebihi 64Kbte<br />
umum dengan bandwidth 1 kbytes/sec, bila file yang diakses melebihi 32 Kbyte<br />
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0<br />
acl admin src 192.168.1.250/255.255.255.255<br />
acl server src 192.168.1.251/255.255.255.255<br />
acl kantor src 192.168.1.0/255.255.255.0<br />
acl staff src 192.168.1.1 192.168.1.111 192.168.1.2 192.168.1.4 192.168.1.71</p>
<p>delay_pools 3</p>
<p>delay_class 1 1<br />
delay_parameters 1 -1/-1<br />
delay_access 1 allow admin<br />
delay_access 1 allow server<br />
delay_access 1 deny all</p>
<p>delay_class 2 1<br />
delay_parameters 2 1500/64000<br />
delay_access 2 allow staf<br />
delay_access 2 deny all</p>
<p>delay_class 3 1<br />
delay_parameters 3 1000/32000<br />
delay_access 3 allow umum<br />
delay_access 3 deny all<br />
Cara mencobanya paling mudah adalah dengan menggunakan donlot manajer semacam DAP®, GetRight® maka akan terlihat bandwidth sudah dibatasi.<br />
Special case<br />
Delay pools juga dapat digunakan untuk membatasi donlot file untuk extensi tertentu.<br />
Gunakan ACL url_regex untuk mengatasi hal ini.<br />
Contoh dibawah digunakan untuk membatasi donlot file multimedia hingga 1 kByte/sec.</p>
<p>acl multimedia url_regex -i \.mp3$ \.rm$ \.mpg$ \.mpeg$ \.avi$ \.dat$<br />
delay_pools 1<br />
delay_class 1 1<br />
delay_parameters 1 1000/16000<br />
delay_access 1 allow multimedia<br />
delay_access 1 deny ALL</p>
<p>Sumber :<a href="http://malang.linux.or.id/?p=5" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/malang.linux.or.id/?p=5&amp;referer=');"> http://malang.linux.or.id/?p=5</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/limit-proxy-dengan-delay-pools.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to Reset Solaris 10 Password (Sparc)</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/how-to-reset-solaris-10-password-sparc.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/how-to-reset-solaris-10-password-sparc.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 20:09:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Solaris]]></category>
		<category><![CDATA[Sun Technology]]></category>
		<category><![CDATA[password]]></category>
		<category><![CDATA[password solaris]]></category>
		<category><![CDATA[reset password]]></category>
		<category><![CDATA[reset solaris]]></category>
		<category><![CDATA[solaris]]></category>
		<category><![CDATA[solaris 10]]></category>
		<category><![CDATA[solaris 10. reset passwors solaris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu saya pernah menulis cara bagaimanakah untuk mereset password di UBuntu. Sekarang saya akan menulis cara bagaimana me-reset password root Solaris 10 (Mesin Sparc only). SAyang nya belum tau untuk yang mesin x86 bagaimana. Nanti saya akan coba cari tahu deh. Anda bisa menggunkan CD Solaris Operating System atau bisa menggunakan network boot menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu saya pernah menulis cara bagaimanakah untuk mereset password di UBuntu. Sekarang saya akan menulis cara bagaimana me-reset password root Solaris 10 (Mesin Sparc only). SAyang nya belum tau untuk yang mesin x86 bagaimana. Nanti saya akan coba cari tahu deh. </p>
<p>Anda bisa menggunkan CD Solaris Operating System atau bisa menggunakan network boot menggunakan Jumpstart MElalui OK Boot Prompt (OBP). SAyang nya cara ini hanya bisa di pakai oleh Mesin Sparc  (Yeahhh.. I Love Jumpstart, sekarang udah jago nih saya bikin Jumpstart Server saya. Wkwkwkwkw).</p>
<p>Baik kita mulai saja, anggap saja kita sudah masuk ke dalam OK Prompt (Tekan Stop + A untuk masuk OK Prompt)</p>
<p>OK boot cdrom -s</p>
<p>atau jika anda mau melakukan melalui network boot :</p>
<p>OK boot net -s</p>
<p>Command di atas ini akan mem boot anda ke dalam single-user mode (tanpa password, sama lah kayak di Linux  )</p>
<p><span id="more-458"></span></p>
<p>Mount root file system anda (kita asumsikan root file system anda adaq di /dev/dsk/c0t0d0s0 ) maka anda harus mount ke /a<br />
(–> /a ini adalah sebuah direktori ajaib, dimana bisa di gunakan salah satunya untuk mode maintenance, kemarin saya praktek bagaimana filesystem root ternyata tidak di masukkan dalam vfstab, maka akan terjadi error, kita bisa menggunakan direktori ajaib /a ini untuk mode maintenance, /a adalah temporary folder yang hanya tersedia ketika anda melakukan boot melalui CD atau jumpstart server.)</p>
<p>#mount /dev/dsk/c0t0d0s0 /a</p>
<p>Sekarang denga root filesystem yang telah ter mount di direktori /a , yang harus anda lakukan adalah mengedit shadow file , dan menghilangkan password root yang ter enkripsi di dalamnya (Wkwkwkw)</p>
<p>#vi /a/etc/shadow</p>
<p>Sekarang, keluar dari filesystem yang ter mount di /a tadi, dan reboot sistem anda ke dalam single user mode lagi</p>
<p>#cd /</p>
<p>#umount /a</p>
<p>#init s</p>
<p>Command ini akan mem boot sistem anda ke dalam single user mode. Rubahlah password root anda :</p>
<p>#passwd root</p>
<p>Setelah itu reboot</p>
<p>#reboot</p>
<p>Selesai. Selamat mencoba. Semoga berhasil.  <img src='http://www.digitoktavianto.web.id/wp-includes/images/smilies/dance.gif' alt='(dance)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.digitoktavianto.web.id/wp-includes/images/smilies/banana_rock.gif' alt='(banana_rock)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/how-to-reset-solaris-10-password-sparc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Fonts Mac OS di Ubuntu</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/install-fonts-mac-os-di-ubuntu.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/install-fonts-mac-os-di-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 16:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[font]]></category>
		<category><![CDATA[font mac os]]></category>
		<category><![CDATA[font mac os ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[fonts]]></category>
		<category><![CDATA[mac os]]></category>
		<category><![CDATA[mac osx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Yap langsung saja tampa basa-basi udah Shubuh soalnya, dan saya belum tidur. WKwkwkw. Buat anda yang ingin install Fonts ala Mac langsung saja lakukan langkha-langkah berikut ini : 1. Download fonts nya dari terminal menggunakan wget : $wget http://ubuntu-debs.googlecode.com/files/macfonts.tar.gz 2. Extract fonts hasil downloadan tadi : $tar zxvf macfonts.tar.gz 3. Pindahkan fonts yang sudah di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yap langsung saja tampa basa-basi udah Shubuh soalnya, dan saya belum tidur. WKwkwkw. Buat anda yang ingin install Fonts ala Mac langsung saja lakukan langkha-langkah berikut ini :</p>
<p>1. Download fonts nya dari terminal menggunakan wget :<br />
$wget http://ubuntu-debs.googlecode.com/files/macfonts.tar.gz</p>
<p>2. Extract fonts hasil downloadan tadi :<br />
$tar zxvf macfonts.tar.gz</p>
<p>3. Pindahkan fonts yang sudah di extract tadi ke dalam system fonts di Ubuntu :<br />
$sudo mv macfonts /usr/share/fonts</p>
<p>4. Reload font cache :<br />
$sudo fc-cache -f -v</p>
<p>Mudah bukan? Selamat Mencoba Fonts ala Mac </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/install-fonts-mac-os-di-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mount folder FTP ke dalam Lokal Direktori di Ubuntu</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/mount-folder-ftp-ke-dalam-lokal-direktori-di-ubuntu.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/mount-folder-ftp-ke-dalam-lokal-direktori-di-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 16:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[ftp]]></category>
		<category><![CDATA[mount]]></category>
		<category><![CDATA[mount local ftp]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Tutorial ini adalah cara untuk bagaimana agar kita dapat me-mounting Folder FTP kita di dalam lokal direktori komputer kita. Hal kini dilakukan untuk mempermudah proses copy-paste dan juga penambahan file dalam folder FTP kita. Untuk melakukannya kita membutuhkan CurlFtpFS. CurlFtpFS adalah File System untuk mengakses host FTP kita, CurlFtpFS ini berbasis fuse dan libcurl. CurlFtpFS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tutorial ini adalah cara untuk bagaimana agar kita dapat me-mounting Folder FTP kita di dalam lokal direktori komputer kita. Hal kini dilakukan untuk mempermudah proses copy-paste dan juga penambahan file dalam folder FTP kita. Untuk melakukannya kita membutuhkan CurlFtpFS. CurlFtpFS adalah File System untuk mengakses host FTP kita, CurlFtpFS ini berbasis fuse dan libcurl. CurlFtpFS ini berbeda dengan file system FTP biasa karena memlikin perbedaan diantaranya adalah :<br />
1. Suppot SSLv3 dan TLSv1<br />
2. KOneksi melalui tunneling HTTP Proxy<br />
3. Otomatis melakukan koneksi ulang, apabila terjadi server time out</p>
<p>Baiklah, tanpa berbasa-basi lagi mari kita lakukan proses instalasinya . Langkah-langkahnya adlah sebagai berikut :<br />
1. Install CurlFTPFS :<br />
$sudo aptitude install curlftpfs</p>
<p>2. Edit file fstab anda (/etc/fstab) menggunakan editor nano, editornya bebas terserah anda :<br />
$sudo nano /etc/fstab</p>
<p>3. Tambahkan baris berikut ioni di baris yang terakhir (jadi satu baris) –> /localdirectory itu terserah anda, misal anda mau nya ada di /home/user/Documents :<br />
curlftpfs#ftpUsername:ftpPassword@ftp://ftpUrl /localDirectory fuse rw,uid=1000,umask=0777,user,suid,allow_other,exec,auto,utf8 0 1</p>
<p>4. Mount<br />
$mount -a</p>
<p>5. Edit file rc.local agar settingannya selalu di load saat booting (/etc/rc.local) :<br />
$sudo nano /etc.rc.local</p>
<p>6. Tambahkan baris berikut ini di dalam /etc/rc/local persis sebelum “exit 0″ :<br />
sudo curlftpfs -o umask=0777,uid=1000,gid=1000,allow_other ftp://username<img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/6.gif" style="border:none;background:none;" alt=":p" />assword@your.ftpserver.here /localdirectory</p>
<p>7. Save dan Exit</p>
<p>8. Lalu lakukan perintah berikut ini dari terminal :<br />
$mount -a</p>
<p>Selamat Mencoba. Semoga Berhasil </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/mount-folder-ftp-ke-dalam-lokal-direktori-di-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monitoring System Menggunakan Sysstat di Ubuntu</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/monitoring-system-menggunakan-sysstat-di-ubuntu.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/monitoring-system-menggunakan-sysstat-di-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 16:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring server]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring system]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring system ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring ubuntu 10.04]]></category>
		<category><![CDATA[sysstat]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu 10.04]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Monitoring, monitoring, dan monitoring lagi. Apa gak bosen ni? Hihihihi hal yang sangat mengasyikkan justru adalah monitoring, benchmarking. 2 hal yang mungkin sepele, tapi sangat bermanfaat. Pernahkah anda merasa komputer anda terasa lebih lambat? Kemana saja kah emmori yang keluar digunaka? Aplikasi apa yang menguras memori? Bagaimana dengan penggunana CPU? Nah penting kan ternayat. Hehehehe. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Monitoring, monitoring, dan monitoring lagi.  Apa gak bosen ni? Hihihihi hal yang sangat mengasyikkan justru adalah monitoring, benchmarking.  2 hal yang mungkin sepele, tapi sangat bermanfaat. Pernahkah anda merasa komputer anda terasa lebih lambat? Kemana saja kah emmori yang keluar digunaka? Aplikasi apa yang menguras memori? Bagaimana dengan penggunana CPU? Nah penting kan ternayat. Hehehehe. Kali ini kita akan membahas penggunaan systat sebagai monitoring system. Berikut ini langkah instalasinya :</p>
<p>1. Install susstat dari terminal :<br />
$sudo apt-get install sysstat</p>
<p>Sysstat mempunyai beberapa fungsi monitoring, di antaranya adlah :<br />
a. sar = Mengumpulkan dan memberikana laporan mengenai aktivitas dari system yang sedang berjalan<br />
b. iostat = melaporkan penggunan CPU dan juga statistik Input dan Output dari disk kita<br />
c. mpstat = melaporkan secara keselruhan dan juga statistik prosesor kita<br />
d. pidstat = melaporkan data yang diperoleh dari penggunaan Aplikasi / proses<br />
e. sadf = menampilkan data yang diperoleh oleh sar dalam berbagai format</p>
<p>Command berikut ini akan memberikan laporan mengenai statistik penggunan CPU setiap 3 detik :<br />
$iostat -c 3</p>
<p>Command berikut ini akan mem-print statistik penggunaan CPU dengan timestamp :<br />
$iostat -c -t</p>
<p>Selamat Mencoba </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/monitoring-system-menggunakan-sysstat-di-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reset / Recover Password Root Mysql</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/reset-recover-password-root-mysql.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/reset-recover-password-root-mysql.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 13:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[MySQL]]></category>
		<category><![CDATA[reset password]]></category>
		<category><![CDATA[reset password mysql]]></category>
		<category><![CDATA[reset root mysql]]></category>
		<category><![CDATA[root mysql]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Berulang kali kejadian ini terjadi, baik terjadi pada rekan sendiri, saya sendiri, ataupun siapapun itu, ini ada beberapa cara untuk melakukan recovery password root mysql. Ada beberapa cara. Cara 1: http://www.cyberciti.biz/tips/recover-mysql-root-password.html Step # 1 :Stop service mysql # /etc/init.d/mysql stop Output: Stopping MySQL database server: mysqld. Step # 2: Start service MySQL server tanpa password: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berulang kali kejadian ini terjadi, baik terjadi pada rekan sendiri, saya sendiri, ataupun siapapun itu, ini ada beberapa cara untuk melakukan recovery password root mysql. Ada beberapa cara.</p>
<p>Cara 1: </p>
<p><a href="http://www.cyberciti.biz/tips/recover-mysql-root-password.html" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.cyberciti.biz/tips/recover-mysql-root-password.html?referer=');">http://www.cyberciti.biz/tips/recover-mysql-root-password.html</a></p>
<p>Step # 1 :Stop service mysql<br />
# /etc/init.d/mysql stop<br />
Output:</p>
<p>Stopping MySQL database server: mysqld.</p>
<p>Step # 2: Start service MySQL server tanpa password:</p>
<p># mysqld_safe &#8211;skip-grant-tables &#038;<br />
Output:</p>
<p>[1] 5988<br />
Starting mysqld daemon with databases from /var/lib/mysql<br />
mysqld_safe[6025]: started</p>
<p>Step # 3: Connect ke mysql server menggunakan mysql client:</p>
<p># mysql -u root</p>
<p>Output:</p>
<p>Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.<br />
Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.1.15-Debian_1-log</p>
<p>Type &#8216;help;&#8217; or &#8216;\h&#8217; for help. Type &#8216;\c&#8217; to clear the buffer.</p>
<p>mysql></p>
<p>Step # 4: Setup password root baru MySQL<br />
mysql> use mysql;<br />
mysql> update user set password=PASSWORD(&#8220;NEW-ROOT-PASSWORD&#8221<img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/13.gif" style="border:none;background:none;" alt=";)" /> where User=&#8217;root&#8217;;<br />
mysql> flush privileges;<br />
mysql> quit</p>
<p>Step # 5: Stop MySQL Server:</p>
<p># /etc/init.d/mysql stop</p>
<p>Output:</p>
<p>Stopping MySQL database server: mysqld<br />
STOPPING server from pid file /var/run/mysqld/mysqld.pid<br />
mysqld_safe[6186]: ended</p>
<p>[1]+  Done                    mysqld_safe &#8211;skip-grant-tables</p>
<p><span id="more-396"></span></p>
<p>Step # 6: Start MySQL server dan melakukan testing</p>
<p># /etc/init.d/mysql start<br />
# mysql -u root -p</p>
<p>Cara 2 : Windows Based From <a href="http://sprg.org/night/?p=403" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/sprg.org/night/?p=403&amp;referer=');">http://sprg.org/night/?p=403</a> &#8211;> Si Mayo nih <img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/6.gif" style="border:none;background:none;" alt=":p" /></p>
<p>1. Masuk sebagai administrator ke windows.</p>
<p>2. Hentikan servis MySQL (Jika MySQL Server terinstall sebagai servisdi windows) di Control Panel>Administrative     Tools>Services, lalu carilah service bernama MySQL kemudian STOP. Atau bila tidak berhasil gunakanlah Task Manager(ctrl+alt+del) untuk menghentikan proses atau aplikasi MySQL Server yang berjalan.</p>
<p>3. Buatlah sebuah file teks dengan menggunakan notepad, kemudain salin statemen di bawah ini ke dalam notepad. Isikan Password (MyNewPass) dengan password baru yang anda inginkan, atau biarkan kosong (‘ ’). UPDATE mysql.user SET Password=PASSWORD(’MyNewPass’) WHERE User=’root’;<br />
      FLUSH PRIVILEGES;</p>
<p>Update berfungsi untuk mengganti field password pada tabel User. Dan kemudian Flush berfungsi untuk merefresh tabel yang ada di server. </p>
<p>1. Kemudian simpan file dengan nama apa saja, dalam kasus ini file saya simpan dengan nama mysql-init.txt . Dan dapat disimpan dimana saja (pada kasus ini disimpan di c:\mysql-init.txt untuk mempermudah penulisan path dan pencarian file).</p>
<p>2. Kemudian masuk ke folder bin dari direktori MySQL dimana terletak file mysqld.exe, kemudian jalankan perintah untuk menyalakan MySQL dengan Option tambahan–init-file :<br />
      C:\mysql\mysql server 5.1\bin\mysqld.exe –init-file=c:\mysql-init.txt<br />
      Atau<br />
      C:\mysql\mysql server 5.1\bin\mysqld.exe –default-file=c:\program files\mysql\mysql server 5.1\my.ini –init- file=c:\resetMySQL.text<br />
      (apabila MySQL diinstall secara terpisah)</p>
<p>3. Kemudian aktifkan kembali servis windows untuk MySQL, dan masuklah dengan password yang baru anda ganti. <img src="http://www.digitoktavianto.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/13.gif" style="border:none;background:none;" alt=";)" /></p>
<p>4. Restart database dan password baru pun dapat anda gunakan..</p>
<p>Selamat Mencoba, Semoga Berhasil.  <img src='http://www.digitoktavianto.web.id/wp-includes/images/smilies/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.digitoktavianto.web.id/wp-includes/images/smilies/dance.gif' alt='(dance)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.digitoktavianto.web.id/wp-includes/images/smilies/banana_rock.gif' alt='(banana_rock)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/reset-recover-password-root-mysql.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shell Script Mendeteksi Koneksi Internet Mati</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/shell-script-mendeteksi-koneksi-internet-mati.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/shell-script-mendeteksi-koneksi-internet-mati.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 20:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[koneksi internet]]></category>
		<category><![CDATA[linux shell script]]></category>
		<category><![CDATA[mendeteksi koneksi internet mati]]></category>
		<category><![CDATA[shell script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja membuka milis tanya-jawab@linux.or.id ada yang bertanya mengenai bagaimana cara mendeteksi ketika koneksi internet server mati, dan segera mengirimkan email kepada kita. Dalam kasus ini, bukan service yang down, hanya koneksi internet saja. ada jawaban berupa Shell Script buatan mas Avudz dan Mas Arief Yudhawarman di milis tersebut. beikut ini saya tuliskan saja script [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja membuka milis tanya-jawab@linux.or.id ada yang bertanya mengenai bagaimana cara mendeteksi ketika koneksi internet server mati, dan segera mengirimkan email kepada kita. Dalam kasus ini, bukan service yang down, hanya koneksi internet saja. ada jawaban berupa Shell Script buatan mas Avudz dan Mas Arief Yudhawarman di milis tersebut. beikut ini saya tuliskan saja script nya di bawah ini, jika sewaktu-waktu saya butuh </p>
<p>Shell Script ala Mas Avudz :</p>
<p>#!/bin/bash<br />
# tambahkan ip / hostname dengan spasi jika ipnya/host nya byk<br />
# HOSTS=”www.google.co.id www.detik.com”<br />
HOSTS=”masukkan.nama.host”<br />
COUNT=1<br />
TIMEOUT=3<br />
# email<br />
SUBJECT=”Ping failed”<br />
EMAILID=”avudz@mydomain.com”<br />
for myHost in $HOSTS<br />
do<br />
count=$(ping -W$TIMEOUT -c$COUNT $myHost | grep ‘received’ | awk<br />
-F’,’ ‘{ print $2 }’ | awk ‘{ print $1 }’<br />
if [ $count -eq 0 ]; then<br />
# 100% failed<br />
echo “Host : $myHost is down (ping failed) at $(date)” | mail -s<br />
“$SUBJECT” $EMAILID<br />
fi<br />
done</p>
<p>tinggal masukin ke crontab</p>
<p>$ crontab -e<br />
*/10 * * * /path/to/script</p>
<p>Script ala Mas Arief Yudhawarman :</p>
<p>////////// Start of script //////////</p>
<p>#!/bin/bash</p>
<p>TIMEOUT=1<br />
# berapa banyak request ping sampai dapat respon<br />
ATTEMPT=5<br />
RETRY=0<br />
IP_WEB_SERVER=1.2.3.4</p>
<p>PingGW() {<br />
# $1 : ip web server<br />
# Use : PingGW var1<br />
# Parameter<br />
i=1<br />
while [ $i -le $ATTEMPT ]<br />
do<br />
if (ping -s 16 -W $TIMEOUT -c 1 $1 > /dev/null 2>&#038;1)<br />
then<br />
break 1<br />
fi<br />
i=$((i+1))<br />
sleep 1<br />
done<br />
RETRY=$i<br />
}</p>
<p>PingGW IP_WEB_SERVER</p>
<p>if [ $RETI -gt $ATTEMPT ]<br />
then<br />
# kirim email<br />
echo -e “Subject: Web Server down\n\nWeb Server Down\n” | sendmail -f notifier@yahoo.com adminweb@server.com<br />
fi</p>
<p>////////// End of Script ////////////</p>
<p>Masukin deh ke cron tab </p>
<p>Selamat Mencoba, seoga bermanfaat </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/shell-script-mendeteksi-koneksi-internet-mati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Convert HTML to PDF di Linux Menggunakan Terminal</title>
		<link>http://www.digitoktavianto.web.id/convert-html-to-pdf-di-linux-menggunakan-terminal.html</link>
		<comments>http://www.digitoktavianto.web.id/convert-html-to-pdf-di-linux-menggunakan-terminal.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 20:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-iseng]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing n Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[f/oss]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[apliakasi ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi ubuntu 10.04]]></category>
		<category><![CDATA[convert file]]></category>
		<category><![CDATA[convert html to pdf]]></category>
		<category><![CDATA[convert html to pdf in linux]]></category>
		<category><![CDATA[convert pdf]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu 10.04]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitoktavianto.web.id/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Halo kawan, shubuh-shubuh gini abis nyari tools buat download converter HTML to PDF. Iseng nyari bahan buat skripsi nemunya halaman web, agar mudah, flexible, dan portable, akhirnya saya mencoba memutuskan untuk mencari converter HTML to PDF in Linux. Teman saya fachrie dulu pernah ngasih tahu, sayangnya saya lupa nama aplikasi nya. Akhirnya saya googling dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo kawan, shubuh-shubuh gini abis nyari tools buat download converter HTML to PDF. Iseng nyari bahan buat skripsi nemunya halaman web, agar mudah, flexible, dan portable, akhirnya saya mencoba memutuskan untuk mencari converter HTML to PDF in Linux. Teman saya fachrie dulu pernah ngasih tahu, sayangnya saya lupa nama aplikasi nya. Akhirnya saya googling dan nemu caranya. Converter HTML to PDF di Linux ini menggunakan Terminal alias Shell. Jadi bagi yang kurang familiar, ayo dari sekarang di biasakan sedikit demi sedikit  Begini caranya kawan :</p>
<p>1. Install Aplikasi Coverter HTML to PDF yang bernama wkhtmltopdf<br />
$sudo apt-get install wkhtmltopdf</p>
<p>2. Setelah selesai bisa di gunakan dengan cara seperti ini untuk mengkonversi halaman html ke pdf :<br />
$wkhtmltopdf http://www.digitoktavianto.web.id homewebdigit.pdf</p>
<p>Artinya adalah, memerintahkan si wkhtmltopdf mengkonversi halaman html blog www.digitoktavianto.web.id ke file pdf yang bernama homewebdigit.pdf. File PDF akan tersimpan di current directory anda berada.</p>
<p>Selamat Mencoba. Semoga Membantu </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.digitoktavianto.web.id/convert-html-to-pdf-di-linux-menggunakan-terminal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->